Pendidikan

Prof Ruslin Dorong Pengakuan Aktivitas Pers Kampus sebagai Penguatan Kompetensi Senilai 20 SKS

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM (K). (dok unhas tv)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Suasana hangat memenuhi ruang Unhas Hotel & Convention, Kampus Unhas, Makassar, Minggu (28/12/2025) malam.

Penerbitan Kampus (PK) identitas Universitas Hasanuddin (Unhas) menutup rangkaian perayaan Dies Natalis ke-51 dengan semangat reflektif sekaligus progresif.

Di tengah gegap gempita acara bertema “Meneruskan Jejak, Mengukir Arah Baru”, satu gagasan penting mengemuka dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K).

Hal tersebut berupa pengakuan kegiatan mahasiswa dalam organisasi kampus seperti yang dilakukan pengelola PK identitas Unhas sebagai bagian dari Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) senilai 20 SKS.

Dalam sambutannya, Prof Ruslin mengapresiasi kiprah panjang PK identitas sebagai ruang pembentukan karakter dan kemampuan mahasiswa di luar bangku kuliah.

“Malam puncak Dies Natalis identitas malam hari ini sangat luar biasa. Jadikan ini momentum untuk terus melaju, karena PK identitas selalu membanggakan civitas academica Unhas. Sudah banyak hal yang ditorehkan, terus menginspirasi, dan berdampak global,” ujarnya.

Sejalan dengan apresiasi itu, Ruslin menyoroti persoalan struktural, bagaimana aktivitas mahasiswa di organisasi kampus seperti yang dikerjakan mahasiswa di identitas Unhas bisa diakui secara akademik.

“PK identitas adalah wadah pengembangan soft skill mahasiswa. Kami berharap MKPK 20 SKS itu bisa diatur sehingga aktivitas mahasiswa di identitas dapat dinilai sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa Universitas Hasanuddin,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kampus Merdeka yang memberi ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas.

Melalui MKPK, mahasiswa didorong mengasah kemampuan praktis, kepemimpinan, komunikasi, serta literasi media — kompetensi yang justru tumbuh subur dalam ruang pers kampus.

Dengan demikian, kegiatan mahasiswa di bidang jurnalistik, manajemen redaksi, hingga produksi media dapat bernilai akademik dan tercatat dalam sistem kredit semester (SKS).

Malam puncak Dies Natalis yang digelar Minggu (28/12) itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh kampus, antara lain Plh Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Farida Patittingi SH MHum, calon rektor Unhas Prof Dr Sukardi Weda SS MHum MH MPd MSi MM.

Tampak pula Ketua Penyunting identitas Dr. Ahmad Bahar dan Sekjen Ikatan Keluarga Alumni identitas (IKKAI) Prof Dr drg Andi Arsunan Arsin MKes. Acara berlangsung meriah dengan perpaduan musik, refleksi, dan peluncuran buku.


Ketua Panitia Dies Natalis, Adrian, menyebut kegiatan ini sebagai puncak dari serangkaian agenda sejak awal Desember. Mulai dari lomba penulisan jurnalistik, sesi Identitas Bercerita — yang menyingkap kisah di balik berita — hingga peluncuran buku Siapa dan Apa di Balik Identitas. Buku tersebut merekam jejak sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi identitas dari masa ke masa.


“Kami mengundang para senior untuk berbagi pengalaman mereka selama di identitas. Ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran bagi generasi berikutnya,” ujar Adrian. Ia menambahkan, lomba yang menjadi bagian dari perayaan ini diikuti 65 peserta dari 30 universitas di seluruh Indonesia, dua di antaranya berasal dari Unhas sendiri.


Kehadiran Prof Ruslin malam itu menjadi penegasan bahwa peran pers mahasiswa tidak lagi sekadar kanal ekspresi, melainkan juga bagian integral dari pendidikan karakter dan profesionalisme di perguruan tinggi. Ia mengajak seluruh pihak di Unhas untuk bersama-sama menyusun kerangka akademik yang mengakui kegiatan organisasi kampus sebagai instrumen penguatan kompetensi.


“Sudah saatnya aktivitas di identitas dan organisasi mahasiswa lainnya mendapat tempat dalam sistem akademik. Ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tapi bagian dari proses pendidikan holistik,” tutup Ruslin.


Dengan pernyataan itu, malam puncak Dies Natalis ke-51 PK identitas tidak hanya menjadi perayaan sejarah, melainkan juga tonggak baru bagi integrasi antara dunia jurnalistik kampus dan kebijakan akademik Universitas Hasanuddin — sebuah langkah yang menegaskan bahwa belajar bisa berlangsung di mana saja, selama semangatnya tetap satu: mencetak insan cendekia yang berkarakter dan berdampak.