MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Tabligh Akbar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-70 Unhas di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Selasa (8/9/2026) sore.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari seribu peserta itu menjadi momentum mempererat silaturahmi keluarga besar kampus sekaligus memperkuat kecerdasan spiritual dan sikap mental civitas akademika dalam menghadapi tantangan global.
Mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah Muhammad SAW, Kita Wujudkan Indonesia yang Bermartabat”, tabligh akbar tersebut diikuti unsur pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari refleksi perjalanan panjang Unhas selama tujuh dekade dalam membangun tradisi akademik dan kontribusi bagi masyarakat.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, mengatakan tabligh akbar bukan hanya menjadi agenda seremonial dalam perayaan dies natalis, tetapi juga ruang untuk memperkuat hubungan antarwarga kampus.
Menurut dia, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak cukup hanya ditopang oleh pencapaian akademik, melainkan harus berjalan seimbang dengan nilai spiritual dan karakter yang kuat.
“Hari ini acara spesial dalam rangkaian acara Dies Natalis Unhas ke-70. Ada yang selalu kita lakukan, yaitu tabligh akbar, momentum silaturahim. Bukan hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga memastikan spiritual quotient atau kecerdasan spiritual terus diasah dan dilatih secara berkelanjutan,” ujar Prof. Jamaluddin.
Ia menegaskan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keimanan menjadi fondasi penting dalam membangun institusi pendidikan yang unggul. Tanpa perpaduan keduanya, kata dia, pencapaian prestasi tidak akan berjalan secara sempurna.
“Bersatunya kecerdasan dan keimanan akan membawa keluarga besar Unhas menjadi keluarga yang utuh. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan kekuatan baru dan spirit baru dalam membawa universitas mencapai cita-citanya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, penceramah Tabligh Akbar Dies Natalis Ke-70 Unhas, Ustadz Drs H Agung Wirawan MSi menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian civitas akademika Unhas di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.
Hal pertama adalah kesiapan menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan persaingan semakin terbuka. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu membangun budaya kompetisi yang sehat agar dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat internasional.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan akademik dan kompetisi saja belum cukup. Hal kedua yang perlu diperkuat adalah attitude atau sikap mental. Sebagai kampus yang melahirkan banyak ilmuwan, Unhas harus mencetak insan akademik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dalam bertindak.
“Unhas sebagai lumbung ilmuwan harus lebih bijak dalam setiap tindakan, sehingga almamater ini akan terpelihara dengan baik,” ujar Agung Wirawan.
Hal ketiga yang menjadi sorotan adalah pentingnya membangun jejaring melalui alumni. Menurutnya, keberadaan alumni dapat menjadi kekuatan strategis dalam membuka peluang kerja dan memperluas koneksi profesional bagi lulusan.
Ia menilai jaringan alumni memiliki peran besar dalam mendukung daya saing universitas, terutama dalam membangun ekosistem pendidikan yang terhubung dengan dunia kerja global.
Melalui kegiatan tabligh akbar ini, keluarga besar Universitas Hasanuddin diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan sosial dan spiritual, tetapi juga memperoleh energi baru untuk melangkah menuju visi sebagai perguruan tinggi yang berdampak dan mendunia. Perjalanan tujuh dekade Unhas menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan nilai moral harus berjalan beriringan dalam mencetak generasi masa depan.
TABLIGH AKBAR - Penceramah Ustadz Drs H Agung Wirawan MSi tampil dalam event Tabligh Akbar Dies Natalis Ke-70 Unhas, di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Makassar, Selasa (8/9/2026). (Unhas TV/Zulkarnaen Jumar Taufik)






_1-300x189.webp)

