TAKALAR, UNHAS.TV - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (Hiimakaha) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Fk Unhas) memperkenalkan aplikasi GiziTa dan menu makanan pendamping air susu ibu berbasis pangan lokal kepada warga Desa Popo, Kabupaten Takalar.
Kegiatan PPK Ormawa Himakaha FK Unhas tersebut digelar menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki balita, pada 24–25 Juli 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari OCEANS atau One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability, strategi desa sehat untuk mengendalikan faktor risiko stunting.
Tim mahasiswa memadukan edukasi digital dengan praktik pengolahan pangan lokal agar keluarga lebih mudah memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.
Kegiatan dibagi dalam dua sesi untuk menjangkau enam dusun. Sesi pertama berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, di Kantor BUMDes Kale Marewa. Pesertanya berasal dari Dusun Popo, Bontoa, dan Terang-Terang.
Sesi kedua digelar sehari kemudian di UPT SD Inpres Nomor 189 Kanite dan diikuti warga Dusun Kanite, Kampung Parang, serta Kunjungmange.
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa mengenalkan GiziTa sebagai media edukasi dan pemantauan gizi. Aplikasi itu memuat informasi mengenai gizi seimbang, pencegahan stunting, dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Peserta juga mendapat pendampingan untuk mengakses fitur-fitur yang tersedia agar dapat menggunakannya secara mandiri.
Tim kemudian menggelar demonstrasi pembuatan MPASI dengan memanfaatkan ikan nila hasil budidaya bioflok dan daun kelor. Kedua bahan tersebut dipilih karena mudah ditemukan di Desa Popo dan memiliki potensi untuk diolah menjadi makanan bergizi bagi bayi dan balita.
Dalam praktik memasak, peserta diperlihatkan cara memilih bahan, mengolah makanan dengan aman, dan menyesuaikan tekstur dengan usia anak.
Materi tidak hanya menekankan kandungan gizi, tetapi juga kebersihan alat, porsi makan, serta variasi menu agar kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi.
Peserta mengikuti kegiatan sejak pemaparan materi hingga praktik penggunaan aplikasi dan memasak. Sejumlah ibu mengajukan pertanyaan mengenai kebutuhan gizi selama kehamilan, masa menyusui, serta pola pemberian makanan kepada anak.
Diskusi juga menyinggung pentingnya pemantauan pertumbuhan untuk mendeteksi risiko gangguan gizi lebih awal.
Tim PPK Ormawa HIMAKAHA Unhas berharap warga tidak berhenti pada pemahaman teori. Mereka mendorong keluarga memanfaatkan teknologi sederhana dan bahan pangan yang tersedia di sekitar rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui Program OCEANS, mahasiswa juga ingin memperkuat peran keluarga sebagai pengambil keputusan pertama dalam pemenuhan gizi.
Pendekatan itu dinilai penting karena pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui layanan kesehatan, tetapi membutuhkan kebiasaan makan yang tepat, pemantauan rutin, dan keterlibatan masyarakat.
Bagi tim, dapur keluarga menjadi titik penting pencegahan stunting karena keputusan tentang bahan, cara memasak, dan pola makan dibuat setiap hari di rumah.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan warga dengan menghubungkan potensi pangan lokal dan akses informasi digital. Tim berharap praktik yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di enam dusun Desa Popo. (*)
PROGRAM GIZITA - Tim PPK Ormawa Himakaha FK Unhas mengenalkan GiziTa dan MPASI pangan lokal kepada ibu Desa Popo, Takalar, 24–25 Juli 2026, untuk mencegah stunting. (Ilustrasi ChatGPT, naskah unhas TV)








