Internasional

Trump Marah Besar, Informasi Menipisnya Cadangan Amunisi Tersebar ke Publik

UNHAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekesalannya setelah informasi mengenai menipisnya cadangan amunisi AS tersebar ke publik. Informasi itu membuat Amerika Serikat tampak lemah pada saat Amerika Serikat sedang giat-giatnya melontarkan ancaman tindakan militer kepada Iran.

Melalui rapat terbatas di Camp David akhir pekan lalu, Trump yang merasa frustrasi dan menyinggung pemberitaan media mengenai minimnya stok amunisi. Trump, menurut sumber yang ikut pada rapat itu, sebenarnya sudah lama mengetahui potensi masalah terkait amunisi itu tetapi yang ia kesalkan mengapa informasi itu justru harus tersebar.

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan mengupayakan "hukuman penjara jangka panjang" kepada pihak-pihak yang terbukti membocorkan informasi tersebut ke publik. 

Sejauh ini, kemarahan presiden tidak ditujukan secara khusus kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Dalam unggahan lain di Truth Social pada hari Kamis, Trump menyatakan dirinya "sangat puas dengan kinerja Pete Hegseth" sehingga yang ia incar adalah sosok yang membocorkan informasi itu.

Menurut laporan CNN, militer Amerika Serikat telah menghabiskan hampir empat perlima dari persediaan rudal THAAD-nya dibandingkan dengan jumlah sebelum perang. Militer AS juga sudah menggunakan separuh dari rudal pencegat Patriot sejak awal perang melawan Iran.

"Dia (Trump) tidak pernah menyalahkan Pete. Masalah utamanya adalah pihak-pihak yang membocorkan informasi tersebut," ujar seorang pejabat.(*)