MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) semakin mempererat kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Salah satu langkah strategis yang disepakati adalah pembentukan program entrepreneurship yang bertujuan untuk melahirkan para pengusaha muda dari kalangan mahasiswa Unhas.
Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan setelah lulus, tetapi mampu menciptakan peluang usaha sendiri sejak di bangku kuliah.
Sebagai wujud konkret kerja sama ini, pimpinan BRI Sulawesi Selatan menggelar audiensi dengan jajaran pimpinan Unhas di Gedung Rektorat Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Rabu (19/3/2025).
Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan dunia pendidikan serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan.
Kehadiran perbankan dalam dunia akademik diharapkan bisa memberikan dukungan nyata dalam bentuk pelatihan, akses permodalan, hingga pendampingan bagi mahasiswa yang ingin merintis bisnis.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) Regional Makassar BRI, D. Argo Prabowo, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa Unhas.
Menurutnya, banyak lulusan perguruan tinggi yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan, sehingga diperlukan pendekatan baru agar mahasiswa sudah memiliki keterampilan bisnis bahkan sebelum mereka menyelesaikan studinya.
"Kami di BRI memiliki banyak perangkat dan skema yang bisa mendukung hal ini. Bersama Unhas, kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan mahasiswa langsung menjadi pengusaha sejak masih kuliah. Harapannya, mereka tidak hanya mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi justru menciptakan lapangan kerja sendiri," ungkap Argo Prabowo.
Ia juga menambahkan bahwa BRI siap memfasilitasi pendanaan dan pendampingan bagi mahasiswa yang serius ingin mengembangkan bisnisnya.
Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, perguruan tinggi harus bertransformasi agar tidak hanya menghasilkan lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru.
Oleh karena itu, pihaknya bersama BRI akan meluncurkan program Unhas-BRI Entrepreneurship, yang akan membina sedikitnya 50 perusahaan startup mahasiswa sebagai bentuk nyata dari program ini.
"Kami tidak ingin sekadar memberikan pelatihan, tetapi memastikan bahwa mahasiswa benar-benar bisa memiliki bisnis yang berkelanjutan. Bahkan sebelum mereka lulus, mereka sudah memiliki usaha sendiri," ujar Prof Jamaluddin.
Program ini akan mengombinasikan teori bisnis yang diajarkan di kampus dengan praktik langsung di lapangan, termasuk akses ke pendanaan dan jaringan bisnis yang lebih luas.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak pengusaha muda untuk mencapai rasio kewirausahaan ideal.
Saat ini, tingkat kewirausahaan di Indonesia baru mencapai 3,47% dari total populasi, masih di bawah standar negara maju yang minimal mencapai 4%–5%.
Oleh karena itu, program yang dikembangkan Unhas dan BRI ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan wirausaha muda di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan mahasiswa Unhas dapat memiliki keterampilan bisnis yang kuat, akses pendanaan yang mudah, serta ekosistem yang mendukung perkembangan usaha mereka.
Kolaborasi antara dunia akademik dan sektor perbankan ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. (*)
(Zahra Tsabitha Sucheng / Andi Muhammad Syafrizal / Unhas.TV)