MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-21 dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-17 tahun 2026.
Sebanyak 34 tim dari 18 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi nasional tersebut. Unhas menargetkan prestasi lebih tinggi dengan meloloskan tiga tim ke babak final.
Pembukaan final KJI dan KBGI berlangsung di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/10/2026).
Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan merancang konstruksi yang mengutamakan kekuatan, efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan.
Dari total peserta, 18 tim berkompetisi dalam KJI dan 16 tim mengikuti KBGI. KJI mempertandingkan kategori Jembatan Model Pelengkung yang diikuti 10 tim serta Jembatan Rangka Baja Berskala dengan delapan tim.
Adapun KBGI memperlombakan dua kategori, yakni Bangunan Gedung Delapan Lantai dengan Struktur Baja dan Bangunan Gedung Delapan Lantai dengan Struktur Beton Pracetak. Masing-masing kategori diikuti delapan tim.
Dekan Fakultas Teknik Unhas sekaligus Ketua Panitia KJI-KBGI 2026, Prof Dr Eng Ir Muhammad Isran Ramli ST MT AER, mengatakan panitia telah menyiapkan kebutuhan penyelenggaraan untuk memastikan seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar.
Persiapan mencakup pelayanan bagi peserta, juri, dosen pendamping, dan tamu undangan. Menurut Isran, Unhas tidak hanya ingin menyukseskan penyelenggaraan sebagai tuan rumah, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan capaian kompetisi.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Unhas meloloskan satu tim ke grand final dan meraih satu medali perunggu.
“Tahun ini, dengan meloloskan tiga tim dari empat jenis kategori, secara statistik peluang itu selalu ada. Besar harapan kita bahwa tahun ini bisa paling tidak juara umum,” kata Isran.
Ia mengatakan rangkaian kegiatan meliputi pertemuan teknis peserta, presentasi, pemeriksaan peralatan, pelaksanaan lomba, hingga penilaian oleh dewan juri. Panitia juga melibatkan 22 juri dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan kalangan praktisi industri.
Keterlibatan juri dari berbagai latar belakang diharapkan mendukung penilaian yang objektif berdasarkan kriteria setiap kategori. Peserta dituntut menunjukkan kualitas rancangan sekaligus kemampuan menerapkan prinsip rekayasa dalam model konstruksi yang diperlombakan.
Mendorong Inovasi dan Prestasi Calon Insinyur
KJI dan KBGI bukan sekadar ajang adu rancangan konstruksi. Kompetisi ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menguji penerapan ilmu teknik dalam menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Aspek kekuatan struktur, efisiensi penggunaan material, keselamatan, serta ketahanan terhadap risiko bencana menjadi bagian penting dalam pengembangan rekayasa konstruksi.
.webp)
KOMPETISI JEMBATAN - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof Muhammad Ruslin didampingi direktur kemahasiswaan, dekan teknik dan wakil dekan teknik Unhas memberikan keterangan pers terkait Unhas sebagai tuan rumah Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-21 dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-17 di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Makassar, Minggu (18/10/2026). (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada universitasnya untuk menjadi tuan rumah kompetisi nasional tersebut.
Ruslin berharap penyelenggaraan di lingkungan Unhas dapat memotivasi mahasiswa, khususnya dari Fakultas Teknik, untuk meningkatkan kualitas karya dan prestasi.
Mahasiswa teknik sipil dan arsitektur juga didorong menyaksikan langsung jalannya kompetisi agar memperoleh gambaran mengenai standar perancangan dan inovasi konstruksi.
“Dengan menjadi tuan rumah, tim Unhas juga semakin termotivasi untuk memperlihatkan prestasi terbaiknya,” ujar Ruslin.
Ia optimistis jumlah tim Unhas yang lolos ke babak final dapat bertambah pada penyelenggaraan berikutnya. Menurut dia, pengalaman mengikuti kompetisi nasional dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus meningkatkan daya saing.
Kehadiran 34 tim dari berbagai perguruan tinggi juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Para peserta dapat mengenal pendekatan perancangan yang berbeda, membandingkan inovasi, serta membangun jejaring akademik di bidang rekayasa konstruksi.
Bagi Unhas, tiga tim yang berhasil melaju ke babak final menjadi modal untuk memperbaiki capaian sebelumnya. Meski demikian, target juara umum masih harus dibuktikan melalui hasil penilaian dalam setiap kategori yang dipertandingkan.
Penyelenggaraan KJI ke-21 dan KBGI ke-17 tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan acara dan pencapaian medali. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat budaya inovasi, sportivitas, dan kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Melalui ajang tersebut, Unhas berupaya menjalankan dua peran sekaligus: menjadi tuan rumah yang memberikan pelayanan optimal dan mendorong prestasi mahasiswa di bidang rekayasa.
Hasil kompetisi akan menentukan capaian para finalis, sedangkan pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan calon insinyur yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
KOMPETISI JEMBATAN - Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-21 dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-17 di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Makassar, Minggu (18/10/2026). Kompetisi ini diikuti 34 tim dari 18 perguruan tinggi untuk menguji inovasi dan kemampuan rekayasa konstruksi. (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)








