MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah The 8th APSMI International Conference dan The 6th National Congress of the Indonesian Association of Mandarin Study Programs yang digelar di Unhas Hotel, Makassar, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini mempertemukan akademisi dan pengelola program studi bahasa Mandarin untuk membahas pengembangan pendidikan bahasa Mandarin, penguatan kerja sama akademik, serta pentingnya penguasaan bahasa dalam membangun pemahaman antarnegara.
Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran asosiasi dan institusi pendidikan dalam mengembangkan bahasa Mandarin di Indonesia.
Menurutnya, penguasaan bahasa memiliki peran penting dalam membangun hubungan dan pemahaman antara Indonesia dengan negara lain, termasuk Tiongkok.
“Dalam kesempatan asosiasi badan yang khusus, kita harus menjalankan bersama. Kita harus merespons di seluruh sisi, bahasa-bahasa yang harus dioptimalkan kepada mereka,” ujar Prof. Jamaluddin.
Ia menilai, pengembangan bahasa Mandarin juga memiliki keterkaitan dengan hubungan Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang.
Pemahaman bahasa dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga dengan pemahaman terhadap sejarah dan budaya bangsa lain.
“Pentingnya mengerti fungsi, penggunaan, dan penguasaan bahasa dalam kesempatan yang sangat menghargai hubungan antara dua negara,” jelasnya.
Prof. Jamaluddin menambahkan, Indonesia memiliki sejarah hubungan yang panjang dengan Tiongkok. Karena itu, pemahaman terhadap bahasa dan budaya menjadi salah satu aspek yang penting untuk terus dikembangkan.
Menurutnya, peningkatan minat terhadap bahasa Mandarin di Indonesia juga perlu diikuti dengan penguatan program pendidikan dan pembelajaran yang berkelanjutan. “Bahasa Mandarin terus berkembang dan semakin banyak peminatnya,” katanya.
Ia menilai, kemampuan memahami bahasa sendiri sekaligus bahasa dan budaya bangsa lain dapat menjadi bagian dari kekuatan suatu bangsa.
“Saya juga ingin ada siapa-siapa dalam bahasa Mandarin, dalam kebesaran sebuah bangsa, yang memahami bahasanya sendiri dan juga memahami bahasa budaya bangsa lain sebagai bagian dari kekuatan bangsa,” ungkap Prof. Jamaluddin.
The 8th APSMI International Conference dan The 6th National Congress of the Indonesian Association of Mandarin Study Programs menjadi ruang bagi para akademisi dan pengelola program studi untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia.
Selain aspek akademik, kegiatan tersebut juga mendorong penguatan pemahaman lintas budaya melalui pembelajaran bahasa.
Penguasaan bahasa asing dinilai dapat membuka ruang interaksi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun hubungan antarmasyarakat dan antarnegara.
Melalui konferensi internasional dan kongres nasional tersebut, pengembangan pendidikan bahasa Mandarin diharapkan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antarinstitusi serta pertukaran pengetahuan di antara para akademisi dan pengelola program studi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pendidikan bahasa dalam membangun pemahaman terhadap bahasa dan budaya bangsa lain, sekaligus mendukung hubungan Indonesia dengan negara-negara mitra.
(Nurathirah / Nur Ainun Jariah Munawar)
APSMI CONFERENCE - Unhas menjadi tuan rumah The 8th APSMI International Conference dan The 6th National Congress of the Indonesian Association of Mandarin Study Programs yang digelar di Unhas Hotel, Makassar, Rabu (16/9/2026). (Unhas TV / Nur Ainun Jariah Munawar)







