MADRID, UNHAS.TV - Federico Valverde mencuri perhatian dunia sepak bola Eropa dengan hat-trick gemilang pada babak pertama saat Real Madrid menaklukkan Manchester City, Kamis (12/3/2026) dini hari waktu setempat.
Kekalahan dengan skor 3-0 itu menempatkan tim asuhan Pep Guardiola berada di ambang tersingkir dari Liga Champions untuk musim ketiga berturut-turut.
Guardiola sebelumnya menekankan pentingnya menghadapi Real Madrid dengan percaya diri, namun rencana taktiknya justru dibalikkan oleh penampilan memukau kapten Madrid.
Valverde, yang bermain sebagai gelandang serang, membuka keunggulan dengan gol pertama setelah memanfaatkan umpan panjang Thibaut Courtois.
Dengan tenang, ia menggiring bola melewati kiper Gianluigi Donnarumma dan menempatkannya ke gawang kosong, memberi tuan rumah momentum besar.
Hanya tujuh menit berselang, Valverde kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini ia menyelesaikan umpan terobosan Brahim Diaz dengan tembakan kaki kiri ke pojok jauh, meninggalkan pertahanan City terdiam.
Gol ketiga, yang dicetak beberapa menit kemudian, semakin memperkuat dominasi Madrid. Bola lambung dari Diaz berhasil diubah menjadi gol spektakuler oleh Valverde, membuat City tertekan dan penonton di Santiago Bernabéu bersorak histeris.
Kekalahan paruh waktu 3-0 menjadi pukulan telak bagi City, yang meski tidak tampil buruk secara keseluruhan, tampak bermain persis sesuai skema Madrid.
Guardiola mencoba melakukan penyesuaian dengan menarik Savinho dan memasukkan Tijjani Reijnders, tetapi itu tidak cukup untuk membendung gelombang serangan tuan rumah.
Di babak kedua, City sempat memiliki beberapa peluang, namun ketenangan Valverde dan ketangguhan Tibaut Curtois menjaga keunggulan Madrid.
Salah satu momen krusial terjadi ketika Vinicius Jr dilanggar di kotak penalti, namun Donnarumma berhasil menepis penalti Vinicius, memberi City secercah harapan untuk leg kedua di Etihad Stadium.
Turunkan Empat Penyerang
Guardiola, yang menurunkan empat penyerang di awal pertandingan dengan harapan mengeksploitasi absennya beberapa pemain Madrid, termasuk Mbappe, Bellingham, dan Rodrygo, menyadari strategi itu berbalik melawan timnya.
Pemilihan starter yang terlalu ofensif justru meninggalkan ruang bagi Madrid untuk mengeksploitasi kelemahan lini belakang City, termasuk pemain baru Marc Guehi yang kebobolan gol ketiga Valverde.
Meski City sempat mencoba menekan, kesalahan-kesalahan kecil dan penampilan luar biasa Valverde membuat mereka sulit menemukan ritme.

LEG KEDUA - Tim asuhan Pep Guardiola menghadapi tantangan berat di leg kedua. (the PA)
Courtois juga harus melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menahan tembakan O’Reilly dan Antoine Semenyo di babak kedua. Namun dominasi Madrid tetap nyata, dan City hanya mampu menjaga skor agar tidak bertambah lebih parah.
Dengan hasil ini, Manchester City menghadapi pekerjaan berat di leg kedua. Mereka harus membalik defisit tiga gol di Etihad untuk tetap bertahan di Liga Champions.
Guardiola, yang sebelumnya menargetkan peluang meraih quadruple musim ini, kini harus merombak strategi dan berharap performa lebih tajam dari para pemainnya.
Valverde, dengan ketenangan dan ketepatan eksekusinya, menjadi simbol keunggulan Madrid dan mimpi buruk bagi City. Hat-tricknya tidak hanya memberi keunggulan besar, tetapi juga menunjukkan mengapa Real Madrid masih dijuluki “raja Eropa” di panggung Liga Champions.
Pertandingan ini menegaskan kembali bahwa menulis off Real Madrid di kompetisi kontinental adalah risiko besar, bahkan bagi pelatih berpengalaman seperti Guardiola.
Dengan tiga gol yang hampir mustahil dikejar, City harus melakukan keajaiban di leg kedua untuk menjaga mimpi Liga Champions mereka tetap hidup. (*)
HATTRICK - Gelandang serang Federico Valverde mencetak hat-trick dan jadi pahlawan Real Madrid atas Manchester City di leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (12/3/2026). (the sun/getty)








