Sport

Yamal Menangis Usai Cedera Saat Eksekusi Penalti, Beberapa Pekan Sebelum Piala Dunia

CEDERA - Striker Barcelona Lamine Yamal dilanggar sehingga berujung pada penalti. Namun kemudian Yamal tak bisa melanjutkan pertandingan gara-gara cedera. (The Sun/EPA)

CELTA VIGO, UNHAS.TV - Barcelona meraih kemenangan penting 1-0 atas Celta Vigo dalam lanjutan LaLiga. Tambahan tiga angka makin memantapkan posisi Barca di puncak klasemen Liga Spanyol. Namun hasil itu dibayangi kabar buruk dari Lamine Yamal.

Penyerang muda berusia 18 tahun itu meninggalkan lapangan dalam kondisi terpincang dan tampak menangis setelah mengalami cedera sesaat usai mencetak gol penalti, di tengah hitung mundur menuju Piala Dunia yang tinggal beberapa pekan lagi.

Laga di Stadion Camp Nou itu semula berjalan sesuai harapan tuan rumah. Barcelona berusaha menekan sejak awal untuk menjaga jarak dari Real Madrid di puncak klasemen.

Di tengah pertandingan yang ketat, Yamal menjadi pembeda. Winger muda itu memenangkan penalti pada menit ke-40 setelah dijatuhkan pemain lawan di kotak terlarang.

Ia kemudian maju sebagai algojo. Dengan ancang-ancang lambat, Yamal mengarahkan bola ke sudut bawah gawang dan membawa Barcelona unggul 1-0.

Namun segera setelah bola bersarang di jala, perhatian tak lagi tertuju pada gol. Yamal justru tampak menahan sakit. Ia tidak melakukan selebrasi seperti biasa dan langsung memberi isyarat ke bangku cadangan bahwa ada yang tidak beres.

Beberapa detik kemudian, pemain bernomor punggung 10 itu menunduk sambil memegangi bagian belakang paha kiri.

Di tengah rekan-rekannya yang semula mendekat untuk merayakan gol, Yamal justru ambruk ke lapangan. Ia menutupi wajah dengan tangan, sementara pelatih Barcelona Hansi Flick memandang dengan raut cemas dari pinggir lapangan.

Tim medis kemudian masuk untuk memberi penanganan. Proses perawatan berlangsung cukup lama sebelum akhirnya Yamal ditarik keluar pada menit kedua injury time babak pertama. Ia meninggalkan lapangan dengan bantuan fisioterapis dan terlihat meneteskan air mata.



Hansi Flick menghibur pemain muda andalannya Lamine Yamal yang mengalami cedera. (The Sun/EPA)


Flick menyambutnya di tepi lapangan, memeluk dan menenangkan pemain yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu sosok penting Barcelona dan tim nasional Spanyol itu.

Hingga pertandingan usai, tingkat keparahan cedera Yamal belum diumumkan. Kepastiannya masih menunggu hasil pemindaian medis.

Kekhawatiran Tak Main di Piala Dunia 

Namun insiden itu segera memunculkan kekhawatiran besar karena waktunya sangat dekat dengan putaran final Piala Dunia.

Turnamen itu akan menjadi Piala Dunia pertama bagi Yamal, yang namanya melesat setelah tampil menonjol saat membantu Spanyol menjuarai Euro 2024.

Dalam skenario ideal, Yamal diproyeksikan menjadi salah satu inti permainan Spanyol di Amerika Utara. Karena itu, cedera yang datang hanya sekitar tujuh pekan sebelum turnamen berpotensi menjadi pukulan telak, baik bagi pemain maupun tim nasionalnya.

Di media sosial, gelombang dukungan untuk Yamal bermunculan. Banyak penggemar berharap cedera itu tidak serius dan sang pemain bisa pulih tepat waktu.

Sebagian lain menilai ekspresi sakit dan permintaan pergantian yang ia lakukan segera setelah penalti menjadi pertanda yang mengkhawatirkan.

Di luar cedera Yamal, kemenangan atas Celta Vigo tetap berarti besar bagi Barcelona. Gol penalti pemain muda itu menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan dan mengembalikan keunggulan sembilan poin atas Real Madrid di puncak klasemen LaLiga, dengan enam laga tersisa.

Meski begitu, laga itu juga sempat terhenti pada masa injury time babak pertama akibat keadaan darurat medis di tribun.

Wasit menghentikan pertandingan setelah mendapat informasi adanya seorang suporter yang jatuh sakit. Polisi turun membantu penanganan sebelum suporter tersebut dievakuasi dari tribun Camp Nou diiringi tepuk tangan penonton.

Barcelona membawa pulang tiga poin. Namun malam itu, sorotan utama tertuju pada Yamal: sebuah gol, sebuah cedera, dan kecemasan besar menjelang panggung paling penting dalam karier mudanya. (*)