Nasional

34 Juta Orang Indonesia Percaya Ijazah Jokowi Palsu , Jokowi Merasa Direndahkan

PALSU - Joko Widodo memperlihatkan ijazah sarjananya saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Jokowi merasa direndahkan karena dituduh memiliki ijazah palsu. Foto: tangkapan layar

JAKARTA, UNHAS.TV - Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), mengaku nama baiknya tercemar oleh isu ijazah palsu yang ditujukan kepadanya. Jokowi menegaskan hal itu saat hadir sebagai saksi pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri, Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

"Saya merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat," ujarnya pada sidang yang mendudukkan Roy Suryo sebagai terdakwa dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran terkait informasi elektronik menyangkut tuduhan ijazah palsu Jokowi.

Jokowi pun mengutarakan keprihatinannya atas tuduhan ijazah palsu itu. "Kemudian yang ketiga juga, saya juga merasa dituduh menggunakan ee ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai wali kota dua kali, gubernur sekali, dan presiden dua kali, Yang Mulia."

Hakim kemudian menanyakan, "Kerugian imtaril yang Saudara saksi alami itu apa?"

"Ya, tercemarnya, tercemarnya nama baik saya Yang Mulia dan juga ee reputasi yang saya miliki Yang Mualia, karena kalau kita lihat dari survei terakhir, teringat saya, 18% masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu ini, Yang Mulia."

"18% itu kalau dikonversi ke orang itu kurang lebih 34 juta orang percaya mengenai tuduhan ijazah palsu ini Yang Mulia."

Jadi Saudara saksi merasa kepercayaan publik jadi menurun akibat kejadian ini?" tanya hakim.  

"Benar Yang Mulia, 34 juta orang percaya Yang Mulia bahwa tuduhan palsu, tuduhan jazah palsu ini telah mengurangi kepercayaan publik terhadap saya."

Pada persidangan itu, Roy Suryo menghadapi dakwaan Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pada siang itu, majelis hakim sempat menegur Jokowi saat menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum mengenai apa yang diucapkan Roy Suryo mengenai ijazah palsu itu. Jokowi menyebutkan, "Menurut saya (Roy Suryo) bukan peneliti. Peneliti, etikanya tidak seperti ini. Datang ke UGM, membawa satu rombongan..."

"Mohon dijawab saja pertanyaannya, ee bukan komentar seperti yang disampaikan," tegur hakim.(*)