MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Republik Islam Iran menyebutkan sebanyak empat tentaranya terbunuh pada saat operasi militer tentara AS yang hendak menyelamatkan pilot pesawat tempur. Mereka yang terbunuh berpangkat brigadir jenderal, kolonel, letnan kolonel, dan letnan satu
Tentara tersebut tewas oleh serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat di Provinsi Isfahan. Serangan tersebut datang dari pesawat jet, helikopter, dan drone.
Adapun Israel merencanakan untuk menyeraang sejumlah situs energi dan infrastruktur di Iran sebagai skenario pembalasan setelah pihak AS gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
"Israel sebenarnya menunggu keputusan Trump mengenai rencana selanjutnya tetapi kami punya rencana tambahan untuk diwujudkan pada pekan depan," kata satu sumber militer Israel, sebagaimana dikutip dari CNN.
Sebelumnya, Israel berharap Trump dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata selama beberapa hari dengan tuntutan tambahan Iran menyerahkan seluruh fasilitas pengayaan uranium dan menghentikan seluruh kegiatan yang terkait dengan uranium.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat dikabarkan telah menjalin percakapan telepon mengenai rencana berikutnya melawan Iran. Percakapan itu setelah pihak Iran berhasil menembak jatuh pesawat tempur AS dan membuat dua pilot AS terpaksa harus diselamatkan agar tidak tertangkap oleh pihak Iran.(*)
Lokasi reruntuhan pesawat AS yang ditembak Iran. (The Sun)








