MAKASSAR, UNHAS.TV - Perusahaan hiburan asal AS, Disney, telah melayangkan gugatan kepada ByteDance karena perusahaan teknologi asal China itu ternyata menggunakan karakter film dan animasi produksi Disney sebagai bahan untuk menguji kemampuan Seedance.
Seedance, aplikasi kecerdasan buatan milik ByteDance, ini sudah lebih dari sepekan membuat keheboan di dunia maya setelah mampu mengubah film atau gambar menjadi rekaman film yang alurnya bisa disesuaikan oleh penggunanya.
Kemampuan Seedance ini diperkirakan akan membuat banyak industri kreatif sejensi film dan animasi akan terancam karena kini siapa saja bisa membuat film tanpa harus menyewa aktof, sutradara, dan tenaga kreatif lainnya.
Disney menyebut ByteDance menggunakan koleksi karya kreatif mereka sebagai pertcontohan sehingga Disney menyebut tindakan ini sebagai pelanggaran hak cipta.
Pada Jumat pekan lalu, Disney mengirimkan surat keberatan ke ByteDance atas pelanggaran hak cipta, antara lain penggunaan karakter dari fim Marvel dan Star Wars dan ByteDance berjanji akan menanggapi surat keberatan itu.
Salah satu bukti pelanggaran yang dilakukan melalui Seedance adalah video yang memperlihatkan karakter Star Wars, Anakin Skywalker dan Rey bertarung menggunakan pedang cahaya serta SpiderMan bertarung dengan Captain America di satu jalan di Kota New York.
Disney bukan sendiri melakukan perlawanan itu. Motion Pictures Association yang mewakili Warner Bros Discovery juga melakukan hal serupa. Pemerintah Jepang juga sedang mengadakan penyelidikan penggunaan Seedance untuk membuat video seolah-olah peristiwa asli. Disney yakin suratnya akan ditanggapi serius karena pernah berhasil saat mengirimkan keberatan kepada pembuat aplikasi AI, Midjourney. Disney juga mengingatkan kepada Google yang juga memiliki aplikasi AI untuk tidak melakukan hal serupa yang dibuat oleh Seedance dan Midjourney.(*)






 FSASS-300x169.webp)

