Pendidikan

Akselerasi Pendidikan S3, Unhas Bakal Kirim Dosen Muda ke Australia, Jepang, hingga Prancis

STUDI LANJUT - Sebanyak 42 dosen muda Unhas mengikuti Workshop Persiapan Studi Lanjut S3 melalui Jalur Kemitraan yang digelar di Kampus Unhas, Sabtu (21/2/2026). (dok dir kemitraan unhas)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Sebanyak 42 dosen muda Universitas Hasanuddin mengikuti Workshop Persiapan Studi Lanjut S3 melalui Jalur Kemitraan yang digelar di Makassar, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis kampus dalam mempercepat akselerasi studi doktoral dosen muda ke berbagai perguruan tinggi bereputasi dunia.

Workshop dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof Dr Eng Adi Maulana ST MPhil.

Kegiatan diawali paparan Direktur Kemitraan Ansariadi, SKM MSc PH PhD yang menjelaskan peta pengembangan karier dosen muda, termasuk hasil tes kemampuan bahasa Inggris (IELTS) yang difasilitasi dan dibiayai universitas.

Program ini merupakan tindak lanjut dari placement test yang diikuti 114 dosen. Berdasarkan hasil seleksi, 42 peserta menempati peringkat teratas dengan skor minimal IELTS 5,5.

Dari jumlah tersebut, 41 orang dibiayai penuh oleh Unhas, sementara satu peserta mengikuti secara mandiri dengan skema penggantian biaya.

Capaian skor peserta terbilang kompetitif. Sebanyak 14 dosen meraih skor IELTS 7,0, dua orang memperoleh 7,5, dan satu peserta mencatat skor tertinggi 8,5.

Secara keseluruhan, 39 peserta telah memenuhi syarat nilai IELTS untuk mendaftar berbagai program beasiswa internasional.

Dalam pemetaan internal, peserta diklasifikasikan berdasarkan capaian skor untuk menentukan strategi pendampingan.

Dosen dengan skor 7,0 ke atas masuk kategori siap mendaftar beasiswa. Adapun mereka yang berada pada rentang 5,0–6,0 akan mendapatkan fasilitasi intensif, termasuk pelatihan lanjutan dan pendampingan proposal.

Negara tujuan utama studi lanjut meliputi Australia, Selandia Baru, dan Jepang. Salah satu jalur strategis yang dibahas adalah penguatan kerja sama dengan Hiroshima University.

Unhas membuka peluang pengiriman dosen melalui skema kemitraan, termasuk potensi pembukaan satelit kampus Hiroshima University di Makassar.

"Masa depan Unhas berada di tangan dosen muda yang kelak kembali dengan jejaring global, reputasi akademik, dan inovasi baru," kata Prof. Adi Maulana.

Workshop ini, lanjut Prof Adi, menjadi bagian dari komitmen Unhas membangun sumber daya manusia unggul dan memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi otonom berdaya saing internasional.

Sebanyak 14 nama telah masuk daftar prioritas untuk mendaftar ke Hiroshima University. Dalam waktu dekat, pertemuan lanjutan dengan profesor dari kampus tersebut akan digelar guna membimbing peserta menyusun proposal riset dan memperoleh Letter of Acceptance (LoA).

Selain Jepang, Unhas juga mendorong penjajakan kemitraan dengan universitas bereputasi lebih tinggi di Eropa. Jalur cepat ke Prancis menjadi salah satu opsi yang tengah diproses, dengan dua kandidat dalam tahap penjajakan awal.

Dalam persiapan seleksi beasiswa seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Australia Awards Scholarship (AAS), universitas memberikan dukungan konkret.

Fasilitas itu meliputi satu kali tes IELTS gratis bagi peserta yang memenuhi syarat, pelaksanaan mock interview, serta pendampingan intensif penulisan proposal riset. Saat ini tercatat 27 peserta telah mengantongi skor IELTS minimal 6,5 dan siap mendaftar beasiswa LPDP.

Unhas juga merencanakan pelaksanaan Batch 2 pada pertengahan April 2026 dengan target 115 peserta. Penguatan kapasitas Pusat Bahasa menjadi perhatian, termasuk pelibatan delapan pengajar tetap serta tambahan pelatih dari kalangan alumni berprestasi. (*)