Mahasiswa

Alako Fest 2026: Manifestasi "Triple Helix" dalam Transformasi PLTB Sidrap Menjadi Episentrum Ekowisata Berbasis Literasi Energi Terbarukan

Mahasiswa KKN dari berbagai kecamatan melaksanakan Kegiatan ALAKO FEST 2026 di Kawasan Tourism PLTB, Lainungan, Sidereng Rappang (7/2/2026). Mahasiswa KKN dari berbagai kecamatan melaksanakan Kegiatan ALAKO FEST 2026 di Kawasan Tourism PLTB, Lainungan, Sidereng Rappang (7/2/2026).

SIDENRENG RAPPANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin menginisiasi sebuah terobosan fundamental melalui gelaran Alako Fest 2026 di Kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sabtu (7/2). Festival ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan sebuah intervensi intelektual yang memadukan promosi ekowisata dengan penguatan narasi transisi energi nasional.

Strategi Integratif: Menghubungkan Teknologi dan Literasi Publik

Alako Fest 2026 hadir sebagai model kolaboratif yang menempatkan infrastruktur energi sebagai laboratorium sosial. Dengan memanfaatkan lanskap turbin angin raksasa di Desa Mattirotasi, para mahasiswa berupaya mendisrupsi pola pikir masyarakat mengenai energi bersih.

Sesi edukasi yang dipandu oleh pakar lokal, Risna, membedah secara komprehensif mekanisme konversi kinetik turbin serta signifikansinya terhadap bauran energi nasional. Diskusi ini menegaskan posisi strategis Sidrap dalam peta jalan dekarbonisasi Indonesia dan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).

Inovasi Konten: Digitalisasi Narasi Keberlanjutan

Untuk mengekskalasi dampak ekonomi kreatif, festival ini meluncurkan kompetisi videografi dokumenter. Langkah ini merupakan strategi branding digital yang visioner:

  • Visualisasi Modernitas: Menjadikan turbin angin sebagai simbol kemajuan peradaban.
  • Amplifikasi Media Sosial: Menciptakan jejak digital yang masif untuk memposisikan Sidrap sebagai destinasi green tourism kelas dunia.
  • Literasi Visual: Mengubah data teknis energi terbarukan menjadi konten estetis yang mudah diakses publik global.


Sambutan oleh Perwakilan Pengelola Kawasan PLTB, Usman, di Pelaksanaan Kegiatan ALAKO FEST 2026 (7/2/2026).
Sambutan oleh Perwakilan Pengelola Kawasan PLTB, Usman, di Pelaksanaan Kegiatan ALAKO FEST 2026 (7/2/2026).


Harmonisasi Teknologi dan Tradisi

Uniknya, di balik kecanggihan teknologi turbin angin, festival ini tetap mengakar pada local wisdom. Kompetisi tradisional seperti estafet sarung dan ular naga balon menjadi instrumen penguat kohesi sosial. Hal ini membuktikan bahwa modernitas energi tidak harus mencabut akar budaya lokal, melainkan dapat berjalan beriringan dalam harmoni.

"Alako Fest 2026 dirancang sebagai gerakan literasi energi berbasis mahasiswa. Kami ingin generasi muda bertransformasi dari sekadar konsumen energi menjadi agen perubahan (agent of change) yang vokal dalam menyuarakan keberlanjutan lingkungan," tegas Ketua Panitia Pelaksana, Catur Nugroho. Acara ini turut dihadiri Kordinator Kabupaten KKN Unhas Irwan Saprialdi, Perwakilan Camat Watang Pulu Mansyur, dan Perwakilan Bupati Bachtiar, 

Dampak Jangka Panjang

Secara akademis, Alako Fest 2026 adalah bukti keberhasilan KKN Tematik dalam menciptakan multiplier effect. PLTB Sidrap kini tidak lagi dipandang sekadar aset industri, melainkan aset sosio-edukatif yang menghubungkan ilmu pengetahuan, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Ini adalah preseden penting bagi masa depan Indonesia yang lebih hijau dan inovatif. (*)