MAKASSAR, UNHAS.TV - Asian Law Students’ Association Local Chapter Universitas Hasanuddin (ALSA) LC Unhas membekali istri nelayan di Kota Makassar dengan keterampilan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi.
Program bertajuk ALSA Social Event 2026 itu digelar di Kompleks Makam Raja-Raja Tallo, Kecamatan Tallo, selama dua hari pada Sabtu-Minggu, 15-16 Agustus 2026.
Mengusung tema “Waves of Change: Empowering Fishermen’s Wives to Build a Sustainable Future”, kegiatan berlangsung dalam dua tahap, yakni Pre-Event pada Sabtu (15/8/2026) dan kegiatan utama sehari setelahnya.
Pada tahap awal, peserta mendapatkan materi diversifikasi hasil laut dan pelatihan pengemasan produk. Panitia juga menggelar Safe Space Discussion sebagai ruang bagi perempuan pesisir untuk berbagi pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi.
Ketua Panitia ALSA Social Event 2026, Andi Farid Al Gifari, mengatakan kegiatan itu dirancang agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.
“Kami ingin istri nelayan memiliki keterampilan untuk mengolah hasil laut menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri,” kata Farid.
Pada kegiatan utama, peserta mengikuti The Kitchen Lab, berupa praktik mengolah ikan menjadi abon. Mereka juga memperoleh pelatihan pengemasan agar produk lebih layak dipasarkan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Digital Storelab, pembekalan administrasi dan legalitas usaha, serta pengantar membangun merek UMKM bersama perwakilan Rumah BUMN BRI Makassar.
Peserta diperkenalkan pada pembuatan QRIS, penggunaan platform perdagangan elektronik, hingga pembuatan akun e-commerce.
Director UKM ALSA LC Unhas, Nayla Nurhanifah mengatakan kemampuan produksi perlu diikuti pengetahuan tentang pemasaran dan legalitas usaha.
“Pemberdayaan tidak berhenti pada kemampuan membuat produk. Kami ingin peserta memahami cara memasarkan, mengurus legalitas, dan memanfaatkan teknologi digital agar usahanya dapat berkembang berkelanjutan,” ujar Nayla.
Melalui program tersebut, ALSA LC Unhas berharap perempuan pesisir mempunyai sumber penghasilan tambahan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan ini juga diarahkan menjadi pintu awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Dengan pengolahan, pengemasan, legalitas, dan pemasaran digital yang lebih baik, hasil laut diharapkan tak lagi berhenti sebagai komoditas harian, melainkan berkembang menjadi produk usaha bernilai tambah.
(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
PELATIHAN - Peserta ALSA Social Event 2026 mengikuti pelatihan pengolahan hasil laut di Kompleks Makam Raja-Raja Tallo, Makassar, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan ALSA LC Unhas membekali istri nelayan mengembangkan usaha mandiri berkelanjutan. (Dok ALSA LC Unhas)








