Breaking News

Amerika Serikat Tangkap Presiden Venezuela, Iran Keluarkan Kecaman

MAKASSAR, UNHAS.TV - Amerika Serikat menahan dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Madurpp setelah militer Amerika Serikat menyerang besar-besaran di pusat Kota Caracas, Venezuela.

Maduro kini dalam penerbangan untuk dibawa keluar dari Venezuela. Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, bahkan tidak tahu di mana Maduro dan istrinya, Cilia Flores, saat ini.

"Kami mendesak pemerintahan Donald Trump untuk memberikak bukti mengenai keberadaan Presiden Maduro dan istrinya," demikian pernyataan Rodriguez melalui media resmi Venezuela, VTV.

Militer Amerika mulai melakukan serangan besar-besaran pada pukul 1.50 dini hari waktu setempat. Sejumlah ledakan hebat terlihat di pusat kota saat serangan dilakukan.

Sebelumnya, Trump sudah mengeluarkan ancaman kepada Maduro untuk tidak berani melawan rencananya. Trump bersikeras bahwa tindakannya ini semata untuk memutus mata rantai peredaran narkotika dari Venezuela ke Amerika Serikat sehingga tindakan tersebut tidak boleh dinilai sebagai campur tangan Amerika Serikat terhadap pemerintahan Venezuela.

Tindakan Amerika Serikat yang menahan dan menangkap Maduro menuai kecaman keras dari Pemerintah Republik Islam Iran. Kementrian Luar Negeri Iran menyebut tindakan Amerika Serikat telah menciderai kedaulatan dan batas wilayah Venezuela.

"Serangan Amerika Serikat terhadap negara merdeka yang juga anggota PBB adalah bentuk kekerasan dan melanggar keamanan dan perdamaian internasional. Ini bisa menimbulkan kericuhan sistem internasionall di banyak negara," demikian pernyataan resmi Iran melalui Press TV.(*)