Sport

Anak Muda Guardiola Bersinar, Newcastle Tumbang dan Arsenal Terancam



DUA GOL - Pemain 20 tahun Nico O Reilly mencetak dua gol kemenangan Man City atas Newcastle, Etihad Stadium, Sabtu (21/2026) malam. (the sun)


Gol itu nyaris membuka peluang hat-trick bagi O’Reilly. Sementara bagi Haaland, assist tersebut menjadi yang ketujuh musim ini—hanya kalah dari kapten Manchester United, Bruno Fernandes, dalam daftar pemberi umpan terbanyak.

Newcastle tak menyerah. Gordon dan Joe Willock memaksa Donnarumma melakukan dua penyelamatan penting. Dan Burn sempat menjebol gawang lewat sundulan memanfaatkan tendangan bebas Sandro Tonali, tetapi dianulir karena offside tipis.

Guardiola melakukan penyesuaian saat jeda. Ruben Dias, yang telah mengantongi kartu kuning dan kesulitan mengimbangi kecepatan Gordon, ditarik keluar. Bek muda Abdukodir Khusanov masuk untuk meredam ancaman di sisi sayap.

Babak kedua berjalan lebih tegang. City, yang beberapa kali musim ini kehilangan kontrol setelah turun minum, terlihat berhati-hati.

Semenyo membuang dua peluang emas—satu melambung, satu tepat ke arah Pope. Di sisi lain, Haaland bahkan turun membantu pertahanan saat Newcastle meningkatkan tekanan.

Menit-menit akhir menjadi ujian mental. Haaland hampir mengunci kemenangan di masa tambahan waktu, namun Pope menepis dengan kaki.

Phil Foden yang masuk sebagai pengganti juga gagal menggandakan keunggulan. Di ujung lapangan lain, Harvey Barnes melepaskan tembakan keras mendatar yang ditepis Donnarumma ke luar lapangan.

Peluit akhir terdengar. City bertahan—dengan susah payah—untuk kemenangan ke-16 beruntun atas Newcastle di kandang dalam ajang liga. Rekor dominasi yang membuat Etihad tetap menjadi tempat angker bagi The Magpies.

Namun yang lebih penting adalah implikasinya pada klasemen. Dengan selisih hanya dua poin, persaingan kembali terbuka.

Guardiola sebelumnya mengingatkan bahwa sekitar 70 persen skuad barunya belum pernah merasakan panasnya perburuan gelar. O’Reilly adalah salah satunya.

Jika performa seperti ini terus berulang, kekhawatiran itu mungkin tak lagi relevan. Di usia 20 tahun, O’Reilly bukan sekadar pelapis atau eksperimen taktik. Ia kini simbol regenerasi City—dan ancaman nyata bagi Arsenal dalam perebutan mahkota musim ini. (*)