MAKASSAR, UNHAS.TV – Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin resmi menjalin kerja sama strategis dengan Unhas TV melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), di Makassar, Selasa (7/4/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Departemen Antropologi Unhas, Dr. Ahmad Ismail, S.Sos., M.Si., dan Direktur Utama Unhas TV, Yusran Darmawan, yang mewakili PT. Hadin Media Nusantara sebagai pihak pertama.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat publikasi dan dokumentasi kegiatan akademik serta budaya, sekaligus mendorong diseminasi pengetahuan antropologi kepada masyarakat luas melalui pendekatan media visual.
Ruang lingkup kerja sama mencakup produksi dan publikasi konten budaya, pengembangan program antropologi visual, produksi film dokumenter, hingga penguatan kapasitas mahasiswa melalui pelatihan dan praktik langsung di industri media.
Selain itu, kolaborasi juga meliputi kegiatan riset, dokumentasi, pengabdian kepada masyarakat, serta penyelenggaraan event dan diseminasi publik.
Ketua Departemen Antropologi Unhas, Dr. Ahmad Ismail, menyambut antusias kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi dengan Unhas TV membuka ruang baru bagi pengembangan antropologi yang lebih kontekstual dan berdampak luas.
“Selama ini banyak hasil riset antropologi yang kuat secara akademik, tetapi belum tersampaikan secara luas kepada publik. Dengan kerja sama ini, kami sangat optimistis pengetahuan tersebut bisa dikemas secara visual, lebih hidup, dan menjangkau masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, terutama dalam mengembangkan kemampuan storytelling berbasis budaya.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung terlibat dalam produksi. Ini penting untuk membentuk antropolog yang adaptif di era media digital,” tambahnya.

Seusai penandatanganan dokumen, pihak Departemen Antropologi turut menampilkan sejumlah karya visual yang telah diproduksi mahasiswa. Karya-karya tersebut menjadi bukti konkret bagaimana pendekatan antropologi visual telah mulai berkembang di lingkungan akademik.
Beberapa karya yang ditampilkan di antaranya film dokumenter tentang tradisi mencari jodoh di Kepulauan Selayar, riset etnografi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa di Makassar, serta dokumenter mengenai kehidupan dan nilai-nilai budaya Suku Kajang.
Secara strategis, kolaborasi ini menggabungkan kekuatan keilmuan antropologi yang kaya dengan kemampuan produksi dan distribusi media Unhas TV.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak juga berkomitmen mengembangkan ekosistem produksi pengetahuan berbasis visual, termasuk pengembangan kelas antropologi visual, produksi dokumenter budaya, hingga distribusi konten melalui berbagai platform digital.
Perjanjian ini berlaku selama satu tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun pusat produksi pengetahuan visual budaya Indonesia Timur yang kuat, sekaligus memperkuat peran Unhas sebagai pusat narasi dan dokumentasi budaya berbasis riset.
undefined







-300x200.webp)
