Watch Unhas TV Live
Watch Unhas TV Live
News

Apakah Pernikahan Dini Solusi dari Married by Accident?

Uswatun Hasanah14 Mar, 2024

MAKASSAR, UNHAS.TVAngka pernikahan dini di Sulawesi Selatan terbilang tinggi. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, Sulawesi Selatan berada di urutan ke-14 dari seluruh provinsi di Indonesia terkait pernikahan dini ini.

Tingginya angka pernikahan dini yang melibatkan anak sesuai dengan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (PPPA) Sulawesi Selatan (Sulsel). Dari data itu, Kota Makassar memiliki persentase perkawinan anak terendah (4,7 persen) dan Kabupaten Soppeng dengan persentase tertinggi (27,9 persen)

Berdasarkan UU nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan, pernikahan dini digambarkan sebagai pernikahan untuk pasangan di bawah usia 18 tahun.

Ada banyak penyebab angka pernikahan dini menjadi tinggi di Sulawesi Selatan. Faktor budaya atau tradisi setempat salah satu penyebabnya. Faktor lainnya adalah sosial, ekonomi, dan agama.

Lalu bagaimana budaya dan tradisi menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini dari perspektif agama? Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tamalanrea Kota Makassar, Prof DR Ir Musbir MSc mengemukakan penyebab paling aneh dari pernikahan dini karena pengaruh internet dan media sosial.

Internet menyebabkan anak cenderung terpapar dengan informasi pergaulan bebas dan pada akhirnya anak mengalami ”married by accident” atau terjadi hamil diluar nikah. Ketika hal itu terjadi, maka umumnya orangtua akan menikahkan demi menutub aib. keluarga.

“Dalam agama Islam tidak ada ketentuan umur suatu pernikahan bisa terjadi. Ukuran utamanya adalah status baligh. Bagi pria bila sudah mimpi basah dan perempuan sudah menstruasi,” ujar Prof Musbir kepada Unhas TV.

MUI terus berupaya menekan angka pernikahan dini di Sulawesi Selatan. Tindakan yang paling sering dilakukan yakni memberi pemahaman kepda orangtua agar selalu mendampingi anak-anak.

“Ada budaya tertentu di lingkungan kita jika anaknya sudah berusia 17 tahun dan belum menikah, keluarganya akan malu karena khawatir dipandang anak-anaknya tidak laku,” ujarnya.

Amina/Syaiful