UNHAS.TV - Pihak militer Arab Saudi menegaskan berhasil menyergap dan menghancurkan tiga peluru kendali (rudal) milik pejuang Houthi yang menyasar bandara internasional Arab Saudi pada Senin pekan ini.
Sebelumnya, pihak Arab Saudi telah menutup seluruh bandara internasional itu menyusul serangan beruntun dari pihak Houthi pada akhir pekan lalu yang menewaskan 20 orang dan melukai ratusan orang. Melalui "notice to air missions (NOTAM)", pihak Arab Saudi menyebutkan penutupan itu hingga 17 Oktober 2026.
Tiga rudal yang berhasil disergap masing-masing satu di kawasan udara Riyadh dan dua lainnya di wilayah Khamis Mushait di barat daya negara itu. Pihak Houthi mehyatakan bertanggung jawab atas serangan itu dan menyebutkan akan terus menyerang Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh dan sejumlah pangkalan militer Arab Saudi.
Tidak hanya itu, Houthi juga menyebutkan telah melepaskan serangan udara dengan sasaran Bandara Internasional Raja Fahd. Serangan dilakukan pada Senin malam. Adapun serangan pada Sabtu pekan lalu menewaskan dua warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, seorang warga negara Amerika Serikat, satu orang dari Mesir, seorang dari Yordania, Syria, Palestina, dan Sudan. Kedutaan Besar India di Riyadh juga menyebutkan seorang warga negara mereka ikut jadi korban.(*)
BANDARA - Bandara di Arab Saudi porak poranda akibat serangan udara dari kelompok Houthi. Foto: CCTV bandara




-300x185.webp)



