Sport

Argentina Selamat dari Kejutan Cape Verde, Messi dan Romero Antar Juara Bertahan ke 16 Besar



Para pemain Argentina merayakan kemenangan 3-2 atas Cape Verde. (The Sun)


Perlawanan itu berbuah hasil pada menit ke-59. Ryan Mendes mengirim umpan kepada Deroy Duarte, yang berdiri bebas di area berbahaya. Gelandang Cape Verde itu menyelesaikan peluang dengan tenang dan terukur. Bola meluncur ke gawang Argentina dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut mengguncang Argentina. Di sisi lain, Cape Verde mendapatkan energi baru. Negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat itu seolah melihat bahwa kemenangan bukan lagi sekadar mimpi. Mereka terus menjaga intensitas dan membuat juara dunia harus bekerja lebih keras.

Messi sempat memiliki peluang melalui tendangan bebas melengkung menjelang jeda minum. Namun, Vozinha melakukan penyelamatan gemilang.

Kiper Cape Verde itu kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam pertandingan, setelah beberapa kali menggagalkan upaya Argentina untuk kembali unggul.

Cape Verde, yang baru bergabung dengan FIFA pada 1986, tampil seperti tim yang telah lama terbiasa dengan panggung besar. Mereka menghadapi peringkat pertama dunia tanpa rasa rendah diri.

Bek Pico Lopes bahkan sempat hampir mencetak gol bunuh diri, tetapi Cape Verde tetap bertahan hingga menit-menit akhir waktu normal.

Argentina terus mencari jawaban. Messi sesekali menunjukkan percikan kualitasnya, tetapi Cape Verde mampu menutup ruang. Hingga peluit panjang waktu normal berbunyi, skor tetap 1-1. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan waktu.

Pada awal perpanjangan waktu, Argentina akhirnya kembali unggul. Martinez menyambar bola dari jarak dekat di tepi kotak enam yard dan membawa juara bertahan memimpin 2-1. Gol itu sempat memberi kesan bahwa perlawanan Cape Verde telah selesai.

Namun, dugaan itu keliru. Sidny Cabral mencetak gol penyama kedudukan yang akan lama dikenang. Tendangannya melengkung tajam dan bertambah cepat setelah meninggalkan kaki.

Bola menghujam ke gawang Argentina, memicu perayaan liar para pemain Cape Verde dan membuat kemungkinan adu penalti semakin nyata.

Argentina kembali berada dalam tekanan. Cape Verde, yang sebelumnya dianggap hanya pelengkap di fase gugur, tinggal beberapa menit lagi memaksa juara dunia menjalani adu penalti. Namun, pengalaman Argentina akhirnya berbicara.

Dari sepak pojok Messi, Cristian Romero melompat dan menanduk bola masuk ke gawang Cape Verde. Gol bek Tottenham Hotspur itu memastikan kemenangan Argentina sekaligus menghentikan mimpi Cape Verde untuk melangkah lebih jauh.

Bagi Argentina, kemenangan ini menjaga asa mempertahankan gelar Piala Dunia. Namun, bagi Cape Verde, kekalahan ini tidak menghapus perjalanan bersejarah mereka.

Setelah sebelumnya menahan Spanyol di fase grup, penampilan melawan Argentina menjadi bukti bahwa tim kecil pun dapat mengguncang panggung terbesar sepak bola dunia. (*)