Sport

Argentina Selamat dari Kejutan Cape Verde, Messi dan Romero Antar Juara Bertahan ke 16 Besar

Para pemain Argentina merayakan kemenangan 3-2 atas Cape Verde setelah tampil mengejutkan. (Screenshot The Sun)

MIAMI, UNHAS.TV - Argentina lolos dari ancaman kejutan besar di Piala Dunia setelah menundukkan Cape Verde 3-2 lewat laga dramatis yang harus diselesaikan hingga babak perpanjangan waktu, Sabtu (4/7/2026).

Juara bertahan itu sempat dua kali dibuat terdiam oleh perlawanan wakil Afrika tersebut sebelum sundulan Cristian Romero memastikan tiket ke babak 16 besar.

Kemenangan ini membawa Argentina bertemu Mesir pada fase berikutnya. Namun, skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan betapa sulitnya Lionel Messi dan kawan-kawan melewati pertandingan ini.

Cape Verde, tim terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia, tampil tanpa rasa gentar dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.

Argentina datang ke laga ini sebagai favorit kuat. Nilai skuad Lionel Scaloni diperkirakan mencapai 693,7 juta pound sterling, jauh di atas Cape Verde yang bernilai sekitar 46,8 juta pound. Perbedaan itu, setidaknya di atas kertas, semestinya memberi gambaran pertandingan satu arah.

Namun, di lapangan, Cape Verde memperlihatkan keberanian, disiplin, dan daya tahan yang membuat Argentina kehilangan kendali untuk waktu yang panjang.

Messi tetap menjadi pusat perhatian. Pemain berusia 39 tahun itu membawa Argentina unggul pada babak pertama melalui gol indah yang sekaligus menambah deretan rekor pribadinya di Piala Dunia.

Gol tersebut merupakan gol ketujuh Messi di turnamen ini dan memperpanjang catatan mencetak golnya menjadi delapan pertandingan beruntun.

Gol itu juga membuat Messi mencatat 20 gol sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia. Lebih dari itu, ia kini memiliki 12 kontribusi langsung dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia, terdiri atas enam gol dan enam assist.



Statistik Argentina vs Cape Verde. (The Sun)


Catatan tersebut melewati Pele dan Kylian Mbappe sebagai pemain dengan kontribusi terbanyak di fase gugur sejak 1966.

Messi juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol di setiap putaran Piala Dunia, setelah sebelumnya selalu membobol gawang lawan di fase grup dan kembali mencetak gol pada laga ini.

Gol pembuka Argentina lahir dari situasi yang sederhana, tetapi diselesaikan dengan kelas tinggi. Kiper Emiliano Martinez mengirim bola panjang setelah Argentina kesulitan menembus pertahanan rapat Cape Verde. Bola jatuh ke arah Messi.

Sentuhan pertamanya membuat ruang terbuka, sebelum ia menuntaskannya dengan penyelesaian khas yang tidak memberi banyak peluang bagi penjaga gawang Vozinha.

Setelah gol itu, Argentina diperkirakan akan mengambil alih pertandingan sepenuhnya. Ribuan pendukung Argentina di Miami mulai membayangkan laga berikutnya melawan Mesir.

Namun, Cape Verde menolak menyerah. Tim asuhan Bubista tetap menjaga struktur pertahanan, berlari tanpa henti, dan berani menyerang setiap kali memiliki kesempatan.

Cape Verde bukan hanya bertahan untuk menghindari kekalahan besar. Mereka mencoba memainkan bola, menekan pada momen yang tepat, dan membuat Argentina tidak nyaman.

Messi beberapa kali menghilang dari permainan. Para gelandang Argentina kesulitan menemukan ruang, sementara lini belakang Cape Verde tampil penuh konsentrasi.

Perlawanan Cape Verde

>> Baca Selanjutnya