Pendidikan
Sulsel

Ayam ALOPE Unhas Masuk Desa, Barru Targetkan Kemandirian Ekonomi Warga

Ayam ALOPE Unhas masuk di Kabupaten Barru dan menjadi bagian kemandirian ekonomi warga lokal. (dok humas unhas)

BARRU, UNHAS.TV - Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Barru dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis inovasi riset.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Sabtu, 3 Januari 2026, di Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru.

Program ini mengusung paket teknologi terpadu berbasis peternakan dan pertanian produktif. Instrumen utamanya adalah ayam ALOPE UNHAS-1, ternak itik, serta sejumlah tanaman produktif yang akan diperkenalkan kepada rumah tangga rentan miskin di Kabupaten Barru.

Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah dan perguruan tinggi berharap dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sasaran.

Inisiatif tersebut digagas Wakil Bupati Barru, Dr Ir Abustan A Bintang MSi yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Barru, bersama Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Syahdar Baba SPt MSi.

Keduanya menekankan pentingnya program yang dirancang secara berkelanjutan agar rumah tangga penerima manfaat tidak hanya terbantu secara sesaat, tetapi mampu keluar dari kondisi ekonomi rentan.

Ayam ALOPE UNHAS-1 menjadi komponen kunci dalam program ini. Galur ayam kampung unggul tersebut telah resmi dirilis oleh Kementerian Pertanian sebagai bagian dari sumber daya genetik ternak nasional.

Keberadaannya dinilai mencerminkan komitmen Unhas dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan penghapusan kemiskinan (No Poverty), melalui inovasi berbasis riset.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Syahdar Baba, mengatakan kerja sama ini tidak berhenti pada distribusi ternak kepada masyarakat.

Fakultas Peternakan juga mendorong Pemerintah Kabupaten Barru untuk mendirikan unit pembibitan ayam ALOPE UNHAS-1. Dengan langkah tersebut, Barru diharapkan dapat menjadi daerah yang mandiri dalam penyediaan bibit ayam unggul.

Selain pembibitan, pengembangan inovasi pakan berbahan baku lokal turut menjadi fokus. Upaya ini bertujuan menekan biaya produksi peternak sekaligus meningkatkan daya saing ayam yang dihasilkan.

“Saat ini pembangunan fasilitas breeding masih dalam proses, dengan kapasitas awal direncanakan mencapai 500 ekor day old chick (DOC) per pekan. Produksi DOC ditargetkan meningkat menjadi 1.000 ekor per pekan pada September 2026,” kata Prof. Syahdar.

Secara keseluruhan, program kolaboratif ini menargetkan peningkatan pendapatan bagi sekitar 150 rumah tangga rentan miskin di Kabupaten Barru. Pemerintah daerah menyiapkan mekanisme pengawalan agar implementasi program berjalan sesuai rencana.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, menyatakan pelaksanaan program akan dikawal oleh tim teknis khusus dari dinas terkait.

Pendampingan ini mencakup aspek teknis peternakan, manajemen usaha, hingga monitoring perkembangan ternak di tingkat rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Barru, Syahrir SPt menekankan pentingnya pelatihan bagi pendamping lapangan.

Menurut dia, keberhasilan introduksi teknologi sangat bergantung pada penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang tepat. “Tanpa SOP yang baik, capaian program berpotensi tidak maksimal,” ujarnya.

Kerja sama Unhas dan Pemerintah Kabupaten Barru ini diharapkan menjadi model sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengatasi kemiskinan melalui pendekatan berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat. (*)