GOWA, UNHAS.TV – Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas) menggelar bakti sosial di Pondok Tahfidz Ashabul Jannah, Jalan Bollangi, Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Minggu (25/10/2026).
Sebanyak 108 santri dan santriwati mengikuti pemeriksaan, perawatan, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang rutin dilaksanakan FKG Unhas bersama Pondok Tahfidz Ashabul Jannah.
Kerja sama yang telah berlangsung selama empat tahun ini bertujuan meningkatkan kesadaran santri mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.
Bakti sosial ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Alumni FKG Unhas, Ketua Program Studi Spesialis Konservasi Gigi, dokter penanggung jawab pelayanan, mahasiswa residen, serta pengurus pondok pesantren.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan dan penandatanganan perjanjian kerja sama. Tim PPDGS Konservasi Gigi kemudian memberikan penyuluhan, melakukan pemeriksaan kesehatan gigi, serta menyediakan sejumlah tindakan perawatan sesuai kebutuhan peserta.
Ketua Program Studi Spesialis Konservasi Gigi FKG Unhas, Prof drg Nurhayaty Natsir PhD SpKG Subsp KR(K) mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai program berkelanjutan, bukan sekadar pelayanan kesehatan yang dilaksanakan sesekali.
.webp)
Ketua Program Studi Spesialis Konservasi Gigi FKG Unhas, Prof drg Nurhayaty Natsir PhD SpKG Subsp KR(K). (Unhas TV / Venny Septiani)
“Setiap tahunnya adik-adik residen datang ke tempat ini melakukan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gigi, dan perawatan kalau memang ditemukan ada kerusakan di gigi tersebut,” kata Nurhayaty.
Menurut dia, pendekatan berkelanjutan memungkinkan tim melakukan evaluasi terhadap manfaat penyuluhan dan pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada para santri.
Nurhayaty juga berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti di lingkungan pesantren. Para santri diharapkan mampu menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi sekaligus membagikan informasi tersebut kepada masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Dengan memberikan suatu penyuluhan yang kontinu, yang teragenda, kita dapat mengevaluasi bagaimana kegiatan ini bermanfaat bagi mereka semuanya,” ujarnya.
Perawatan Gigi dan Edukasi Berkelanjutan
Selain penyuluhan, tim PPDGS Konservasi Gigi FKG Unhas memberikan pelayanan berupa Atraumatic Restorative Treatment (ART), restorasi sederhana, serta aplikasi fissure sealant.
Tindakan tersebut ditujukan untuk menangani kerusakan gigi tertentu dan membantu mencegah terbentuknya karies.
ART merupakan metode perawatan yang menggunakan instrumen manual untuk membersihkan jaringan gigi yang rusak sebelum dilakukan penambalan.
Sementara itu, fissure sealant merupakan bahan pelapis yang diaplikasikan pada permukaan kunyah gigi untuk membantu mencegah kerusakan akibat penumpukan sisa makanan dan bakteri.

Ketua Panitia Baksos FKG Unhas drg Wahyu Aji Ramadan. (Unhas TV / Venny Septiani)
Ketua Panitia Bakti Sosial, drg. Wahyu Aji Ramadan, mengatakan pelayanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
“Kegiatan baksos pada kali ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pada santri dan santriwati di Pondok Pesantren Ashabul Jannah,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, sekitar 108 santri mengikuti kegiatan yang mencakup pemeriksaan dan sejumlah tindakan konservasi gigi. Tim juga mengadakan praktik menyikat gigi serta permainan edukatif agar peserta lebih mudah memahami materi.
Ketua Yayasan Pondok Tahfidz Ashabul Jannah, Ismail Anwar SPdI., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, penyuluhan kesehatan gigi memberikan pengetahuan tambahan yang jarang diperoleh santri dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami dalam membina adik-adik santri,” kata Ismail.
Ia mengatakan para santri kini mendapat kesempatan mempelajari teknik menyikat gigi dan cara menjaga kesehatan mulut secara langsung dari tenaga kesehatan.
Ismail berharap kerja sama yang telah memasuki tahun keempat tersebut terus berlanjut. Menurut dia, pendampingan rutin diperlukan agar pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berakhir dengan foto bersama antara tim FKG Unhas dan keluarga besar Pondok Tahfidz Ashabul Jannah. Program ini diharapkan memperluas akses edukasi dan pelayanan kesehatan gigi bagi santri melalui pendampingan yang berkesinambungan.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
BAKTI SOSIAL - PPDGS Konservasi Gigi FKG Unhas menggelar bakti sosial di Pondok Tahfidz Ashabul Jannah, Jalan Bollangi, Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Minggu (25/10/2026). (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)








