LONDON, UNHAS.TV - Malam penghargaan Ballon d’Or 2026 akan digelar di London pada 26 Oktober mendatang. Ini menjadi pertama kalinya seremoni penghargaan individual paling bergengsi di sepak bola dunia itu berlangsung di ibu kota Inggris.
Keputusan tersebut diambil untuk menandai ulang tahun ke-70 Ballon d’Or. London dipilih sebagai lokasi simbolik karena berkaitan langsung dengan Stanley Matthews, pemain Inggris yang menjadi pemenang pertama Ballon d’Or pada 1956.
Selama ini, seremoni penghargaan yang digagas majalah France Football itu identik dengan Paris. UEFA menyatakan pemindahan lokasi ke London merupakan penghormatan terhadap Matthews sekaligus penanda makin luasnya daya tarik global Ballon d’Or.
Meski begitu, penyelenggara menyebut keputusan ini bersifat sementara dan kontekstual. Kemungkinan penyelenggaraan di luar Prancis pada masa mendatang tetap terbuka, bergantung pada momentum dan kebutuhan acara.
Matthews dikenal sebagai salah satu figur besar dalam sejarah sepak bola Inggris. Dijuluki The Magician, ia membela Stoke City dan Blackpool sepanjang kariernya.
Ia mencatat lebih dari 800 penampilan profesional dan ikut membawa Blackpool menjuarai Piala FA 1953. Meski tidak banyak mengoleksi trofi besar, reputasinya dibangun melalui konsistensi, teknik, dan pengaruhnya terhadap permainan.
Ballon d’Or sebelumnya sempat tidak sepenuhnya berpusat di Paris. Pada 2010 sampai 2015, penghargaan itu digelar di Zurich ketika Ballon d’Or berada dalam kerja sama dengan FIFA.
Setelah kerja sama tersebut berakhir, seremoni kembali ke Paris. Pada 2017, acara bahkan pernah digelar di Menara Eiffel.
Untuk kategori putra, pemegang gelar Ballon d’Or terakhir adalah penyerang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembélé. Ia meraih penghargaan 2025 setelah tampil menonjol bersama klubnya.
Sementara itu untuk gelar Ballon d’Or putri dimenangkan gelandang Barcelona dan tim nasional Spanyol, Aitana Bonmatí.
Persaingan untuk edisi 2026 diperkirakan ketat. Kapten Inggris, Harry Kane, disebut berada di antara kandidat kuat setelah mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan. Peluang Kane dapat semakin besar bila tampil menentukan bersama Inggris di Piala Dunia 2026.
Nama lain yang masuk dalam pembicaraan adalah Lamine Yamal dari Barcelona, yang menempati posisi kedua pada penghargaan 2025.
Declan Rice dari Arsenal, Michael Olise dari Bayern Muenchen, serta Khvicha Kvaratskhelia dari PSG juga disebut sebagai kandidat yang berpotensi meramaikan persaingan.
Namun, arah penghargaan masih mungkin berubah. Performa pemain di Liga Champions dan Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi faktor penting dalam penilaian akhir.
Dalam beberapa edisi terakhir, Ballon d’Or kerap dipengaruhi capaian kolektif, terutama gelar besar bersama klub atau tim nasional.
Kvaratskhelia sebelumnya merespons peluang masuk nominasi dengan nada hati-hati. Ia mengatakan fokus utamanya bukan penghargaan pribadi, melainkan menikmati permainan bersama klub, pelatih, dan rekan-rekannya.
Dengan pemindahan ke London, Ballon d’Or 2026 tidak hanya menjadi ajang penobatan pemain terbaik dunia. Tahun ini, penghargaan itu juga menjadi perayaan sejarah, dari Matthews hingga generasi bintang sepak bola modern. (*)
BALLON DOR - Upacara penghargaan Ballon d’Or akan diadakan di London tahun ini untuk pertama kalinya. (Tangkapan layar The Sun)






-300x169.webp)

