Ekonomi

Bank Emas Indonesia, Apa Keuntungannya untuk Masyarakat?

MAKASSAR, UNHAS.TV - MAKASSAR, UNHAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto menghadirkan bank emas pertama di Indonesia yang merupakan kerja sama antara Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Bank emas ini membuka peluang baru kepada masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk pengelolaan emas yang lebih aman dan terjamin. Sifatnya yang 

likuid dan dapat digadaikan, dinilai membawa keuntungan tersendiri bagi nasabahnya.

Bank emas atau bullion bank adalah lembaga keuangan yang berfokus pada perdagangan, penyimpanan, pembiayaan, dan pengelolaan logam mulia. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Pegadaian dan BSI kini menjadi pelopor bank emas Indonesia dengan modal inti minimal Rp 14 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga menyampaikan bahwa bank emas Indonesia adalah langkah strategis yang dijalankan untuk memperkuat ekosistem rantai pasok dan perdagangan emas nasional.




Terkait dengan kehadiran bank emas itu, Kepala BRI Unit Pasar Cidu Makassar, Laode Muhammad Said Lutsfi menilai bank emas memiliki sejumlah keuntungan untuk nasabah.

"Selama ini emas banyak disimpan di rumah. Padahal kalau disimpan di bank, jauh lebih bagus karena sifatnya likuid. Kalau digadaikan maka nasabah bank emas akan dapat uang tunai sehingga bisa dipakai untuk investasi dengan jaminan emas yang disimpan di bank," ujarnya.

Keuntungan lainnya yakni pembiayaan Emas. Bank memberikan pinjaman atau pembiayaan berbasis emas. Melalui bank emas ini, nasabah juga bisa bertransaksi atau jual beli emas di bank itu.

BRI terlibat pada bank emas ini karena PT Pegadaian adalah bagian dari BRI Group dan tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama Permodalan Nasional Madani (PNM), dengan BRI sebagai induk usaha.

Ini terjadi setelah pemerintah mengalihkan sahamn seri B di Pegadaian dan PNM ke BRI pada 13 September 2021 melalui mekanisme inbreng (tanpa pembayaran tunai, melainkan dengan saham). 

Saat ini, Indonesia menempati urutan keenam sebagai negara dengan cadangan emas terbanyak dan posisi ke delapan sebagai negara penghasil emas terbesar di dunia.(*).(*)

Zahra Tsabitha Sucheng & Muhammad Syaiful (Unhas TV)