KANSAS, UNHAS.TV - Lionel Messi mencetak sejarah baru dalam kariernya setelah mencetak hat-trick ke gawang Aljazair dalam laga Grup 10 Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Rabu (17/6/2026). Tiga golnya membawa koleksi gol di Piala Dunia menjadi 16, menyamai rekor legenda Jerman Miroslav Klose.
Ini merupakan hat-trick pertama sepanjang karier Messi di ajang Piala Dunia. Gol pertama tercipta pada menit ke-17 setelah ia menerima umpan terobosan dari Enzo Fernández dan dengan tenang menceploskan bola melewati kiper Aljazair, Luca Zidane .
Gol tersebut langsung mematikan semangat tim lawan dan memberikan kendali penuh pertandingan kepada Argentina.
Luca Zidane sendiri merupakan putra dari legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, yang memilih membela timnas Aljazair karena akar keluarganya . Kiper berusia 28 tahun itu tetap masuk skuad Aljazair meskipun sempat mengalami cedera patah rahang dan dagu saat membela Granada pada April lalu .
Gol kedua Messi tercipta pada menit ke-38 melalui skema serangan balik cepat. Ia menerima bola di kotak penalti, mengecoh dua bek Aljazair, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di pojok kanan gawang Zidane.
Gol ini resmi menutup peluang Aljazair untuk meniru kejutan yang sebelumnya dilakukan oleh Cabo Verde, Arab Saudi, maupun Mesir di turnamen ini.
Gol ketiga sekaligus penutup hat-trick tercipta pada menit ke-65. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Aljazair, Messi menyambar bola liar dan mendorongnya ke gawang kosong. Gol ini sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia bersama Klose.
Dengan torehan tersebut, Messi juga melewati catatan Kylian Mbappé (14 gol), Gerd Müller (14), dan Ronaldo Nazário (15).
Berdasarkan data Opta, Messi menjadi pemain tertua yang mencetak hat-trick dalam sejarah Piala Dunia pada usia 38 tahun 357 hari, mengungguli Cristiano Ronaldo yang melakukannya pada usia 33 tahun 130 hari.
Piala Dunia 2026 merupakan edisi keenam bagi Messi bersama Argentina, setelah sebelumnya tampil pada 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022. Debutnya terjadi saat masih berusia 18 tahun di Jerman 2006, dan ia langsung menjadi pemain termuda Argentina yang tampil di Piala Dunia.
Kini di usia 38 tahun, Messi tercatat sebagai pemain tertua dalam skuad Argentina sekaligus pencetak gol tertua dalam sejarah tim nasional.
Pertandingan melawan Aljazair sendiri berjalan dominan dari sisi Argentina. Skuad asuhan Lionel Scaloni menguasai 68 persen penguasaan bola dan melepaskan 21 tembakan dengan 9 di antaranya mengarah ke gawang yang dikawal Luca Zidane.
Aljazair hanya mampu memberikan perlawanan terbatas dan nyaris tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Argentina pun menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3-0.
Argentina masih memiliki setidaknya dua pertandingan lagi di fase grup, sehingga Messi berpeluang memecahkan rekor sendirian jika mampu menambah satu gol lagi.
Piala Dunia 2026 awalnya diprediksi akan menjadi panggung bagi Portugal dan Cristiano Ronaldo, namun Messi membuktikan bahwa perjalanannya sebagai salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa masih panjang dan penuh kejutan.
undefined


-300x187.webp)





