TAIWAN, UNHAS.TV - Komitmen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional kembali diwujudkan melalui Program International Enrichment 2026 yang diselenggarakan di College of Dentistry, China Medical University (CMU), Taiwan.
Program yang berlangsung selama tiga pekan, mulai 29 Juni hingga 17 Juli 2026, merupakan bagian dari konversi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, yang dirancang untuk memperluas wawasan akademik, meningkatkan kompetensi klinis, sekaligus membangun jejaring global bagi mahasiswa.
Sebanyak enam mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Gigi FKG Unhas terpilih untuk mengikuti program ini, yakni: Kristio Goysal, Rifai Juniver Rizky Pratama, Gabriel Purnomosidik Moekono, Muhammad King Defano Arfah, Ahmad Alfarizi Ramadhan Raaj Raihan, dan Ahmad Alfaqih Ramadhan Raaj Raihan.
Setibanya di China Medical University, rombongan mahasiswa disambut hangat oleh Prof. Chingju Lin, Associate Dean Office of Global Affairs, College of Dentistry, China Medical University. Dalam sesi penyambutan, Prof. Lin memperkenalkan lingkungan akademik serta berbagai program internasional yang dimiliki CMU.

Para mahasiswa juga diajak berkeliling kampus untuk mengenal lebih dekat fasilitas pendidikan, laboratorium, dan pusat riset modern yang menjadi penunjang pembelajaran di salah satu universitas terkemuka di Taiwan tersebut.
Memasuki hari kedua, para peserta mengunjungi Museum of Chinese Medicine, sebuah museum yang menyajikan sejarah panjang perkembangan pengobatan tradisional Tiongkok.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai filosofi, perkembangan, serta kontribusi pengobatan tradisional terhadap sistem pelayanan kesehatan modern. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memberikan perspektif baru mengenai pentingnya pendekatan multidisiplin dalam dunia kesehatan.
Selama mengikuti program, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan pengalaman belajar yang komprehensif.
Mereka dijadwalkan mengikuti perkuliahan yang disampaikan oleh dosen dari berbagai departemen kedokteran gigi, melakukan observasi klinis untuk memahami proses pelayanan dan manajemen pasien, serta merasakan pengalaman pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) yang memperkenalkan pemanfaatan teknologi mutakhir dalam pendidikan dan praktik kedokteran gigi.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah kuliah yang disampaikan oleh Prof. Lyh Jih Fu yang juga sebagai Dekan College of Dentistry at China Medical University (CMU) Taiwan mengenai perkembangan kedokteran gigi digital (digital dentistry).
Dalam paparannya, Prof. Fu menjelaskan semakin pentingnya peran teknologi digital dalam praktik kedokteran gigi modern, mulai dari proses diagnosis, perencanaan perawatan, hingga peningkatan kualitas hasil klinis bagi pasien.
Setelah sesi kuliah, peserta diperkenalkan dengan demonstrasi penggunaan intraoral scanner dan shade detector. Melalui sesi ini, mahasiswa dan para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana kedua perangkat tersebut digunakan dalam prosedur kedokteran gigi modern untuk mendukung diagnosis dan perawatan yang lebih presisi, akurat, serta efisien.
Selama berada di Taiwan, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan dari tiga dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di China Medical University, yaitu drg. Vincensia Launardo, Sp.Pros.(K), drg. Yayah Inayah, M.KG., Sp.KGA, dan drg. Sitti Raoda Juanita R., Sp.Perio.
Laporan: Majid (Humas FKG Unhas)








