Sport

Belanda Hancurkan Swedia 5-1, Gakpo dan Brobbey Buka Jalan ke Puncak Grup F



DUA GOL - Striker Belanda Cody Gakpo juga mencetak dua gol untuk De Oranje setelah jeda babak pertama ke gawang Swedia, Minggu (21/6/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)


Momentum Swedia patah setelah jeda. Belanda mencetak gol ketiga pada awal babak kedua. Gakpo berada di tiang jauh dan menyelesaikan umpan silang Dumfries. Gol itu membuat Swedia semakin tertekan.

Tidak lama berselang, Gakpo mencetak gol keduanya. Ia menusuk dari sisi kiri, memotong ke tengah, lalu melepas tembakan keras ke tiang dekat. Kiper Swedia Kristoffer Nordfeldt tidak mampu menahan bola. Belanda unggul 4-0.

Potter mencoba merespons. Ia memasukkan Anthony Elanga untuk menambah kecepatan di lini depan. Pergantian itu memberi hasil. Elanga memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Belanda, berlari melewati penjagaan, lalu menaklukkan Verbruggen dengan penyelesaian tenang.

Gol itu mengubah skor menjadi 4-1 dan memberi sedikit harapan bagi Swedia. Masih ada sekitar setengah jam tersisa. Elanga segera mengambil bola dari gawang dan membawa timnya kembali ke tengah lapangan.

Namun, kebangkitan Swedia tidak berlanjut. Belanda tetap lebih tajam saat memasuki area akhir. Koeman kemudian menarik Brobbey pada seperempat akhir laga. Keputusan itu diduga untuk menjaga tenaga penyerangnya sebelum laga terakhir melawan Tunisia.

Swedia masih memiliki peluang melalui Alexander Isak. Penyerang itu memaksa Verbruggen melakukan penyelamatan penting pada fase akhir pertandingan. Namun, secara umum Isak lebih tenggelam dibanding Gyokeres yang lebih sering mengancam pertahanan Belanda.

Luka Swedia bertambah pada menit akhir. Summerville, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol kelima Belanda. Gol itu menutup pesta Oranje di Houston dan memastikan kemenangan telak 5-1.

Hasil ini menjadi respons kuat Belanda setelah hanya bermain imbang melawan Jepang pada laga pertama. Ketika itu, Oranje kehilangan kemenangan akibat gol penyama kedudukan pada menit akhir.

Kali ini, Belanda tampil lebih tajam di depan gawang. Brobbey memberi dimensi berbeda sebagai target man. Gakpo menjadi pusat ancaman dari sisi kiri. Dumfries aktif memberi suplai dari kanan. Summerville menutup laga dengan kontribusi langsung.

Meski menang besar, Belanda belum sepenuhnya bebas dari catatan. Pertahanan mereka beberapa kali terbuka. Swedia mampu menciptakan peluang, terutama pada akhir babak pertama. Verbruggen menjadi salah satu alasan Belanda tidak kebobolan lebih banyak.

Bagi Swedia, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Potter masih bisa mengambil sisi positif dari keberanian timnya menyerang setelah tertinggal. Namun, kelemahan bertahan menjadi masalah serius sebelum menghadapi Jepang pada laga terakhir grup.

Pertaruhan Grup F kini semakin jelas. Belanda berada di posisi terbaik untuk memenangi grup. Swedia harus bangkit cepat. Posisi runner-up dapat membawa risiko besar, termasuk kemungkinan bertemu Brasil pada babak 32 besar.

Di Houston, malam itu menjadi milik Oranje. Mereka datang dengan tekanan setelah gagal menang di laga pembuka. Mereka pulang dengan lima gol, puncak klasemen, dan sinyal keras kepada para pesaing bahwa Belanda mulai menemukan bentuk terbaiknya. (*)