
TIDAK PASTI - Masa depan Pelatih Mauricio Pochettino bersama Amerika Serikat tidak pasti setelah kekalahan 1-4 tim AS dari Belgia, Selasa (7/7/2026). (Screenshot The Sun)
Selepas jeda, Amerika Serikat tampil lebih hidup. Tim Pochettino mampu mengambil alih penguasaan bola dan mencoba membangun serangan dari lini tengah. Akan tetapi, pergerakan di sepertiga akhir lapangan tidak efektif. Balogun dan rekan-rekannya gagal menciptakan peluang bersih.
Kesalahan fatal kemudian menghancurkan peluang Amerika Serikat untuk bangkit. Pada menit ke-57, Matt Freese keluar dari kotak penalti untuk mengantisipasi bola.
Namun ia justru memberikan bola kepada pemain Belgia. Hans Vanaken menerima bola dalam posisi bebas dan mencetak gol mudah ke gawang yang sudah terbuka.
Gol ketiga Belgia membuat mental pemain Amerika Serikat runtuh. Mereka kesulitan menaikkan intensitas permainan dan tidak lagi terlihat mampu mengancam pertahanan lawan. Belgia, sebaliknya, bermain lebih tenang dan menunggu kesalahan berikutnya.
Kesalahan itu datang pada masa injury time. Umpan buruk Chris Richards berhasil dimanfaatkan Belgia untuk membangun serangan cepat. Romelu Lukaku menyelesaikan peluang pada menit ketiga tambahan waktu dan memastikan kemenangan Belgia 4-1.
Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino mengakui timnya tampil di bawah standar. Ia menyebut Belgia bermain lebih baik dan layak melaju ke babak berikutnya.
“Bahkan ketika kami mencetak gol untuk menyamakan kedudukan 1-1, kami langsung kebobolan. Ini sangat sulit sejak awal,” kata Pochettino setelah pertandingan.
Pochettino mengatakan Amerika Serikat tidak mampu menunjukkan performa seperti laga-laga sebelumnya di turnamen ini. Ia menilai kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi besar bagi timnya.
“Saya ingin memberi selamat kepada Belgia. Mereka lebih baik dari kami. Ini bukan hari kami. Itu bukan alasan, tetapi kenyataannya kami tidak menunjukkan apa yang biasanya bisa ditunjukkan tim ini,” ujar dia.
Menurut Pochettino, tanggung jawab utama atas kekalahan tersebut berada pada dirinya. Ia mengatakan tim harus belajar dari cara mereka memulai pertandingan, menjaga konsentrasi, dan menghindari kesalahan individual.
Kekalahan ini menjadi akhir pahit bagi Amerika Serikat. Sebelumnya, mereka mencatat kemenangan bersejarah di babak 32 besar dan sempat memberi harapan kepada pendukungnya. Namun penampilan buruk melawan Belgia membuat perjalanan itu berakhir dengan rasa kecewa.
Belgia melaju ke babak berikutnya dengan kemenangan meyakinkan. Amerika Serikat harus menyaksikan sisa turnamen dari rumah. (*)








