LONDON, UNHAS.TV - Mantan penyerang tim nasional Inggris Andy Carroll didakwa melanggar non-molestation order atau perintah larangan mendekat dan menghubungi seseorang.
Kepolisian Essex menyatakan Carroll, 36 tahun, akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Magistrat Chelmsford pada Selasa, 30 Desember 2025. Sidang itu akan digelar menjelang pergantian tahun di Inggris.
Dalam keterangan yang dikutip sejumlah media Inggris, The Sun, polisi menyebut Carroll—beralamat di Epping, Essex—ditangkap pada 27 April lalu.
Dugaan pelanggaran itu terkait sebuah insiden pada Maret 2025. Rincian peristiwa tidak dapat diungkap karena alasan hukum dan pembatasan pelaporan perkara. Carroll ditangkap sesaat setelah tiba di Bandara Stansted, London, usai terbang dari Prancis.
Sumber yang mengetahui penangkapan itu mengatakan petugas perbatasan sempat menandai adanya persoalan saat pemeriksaan paspor sehingga polisi dipanggil ke area kedatangan. Penangkapan di ruang publik tersebut menarik perhatian penumpang lain.
Non-molestation order adalah bentuk perintah pengadilan perdata di Inggris dan Wales yang lazim digunakan untuk melindungi seseorang dari gangguan, intimidasi, atau kontak yang tidak diinginkan.
Perintah itu dapat melarang pelaku mendekati individu tertentu, mengunjungi alamat tertentu, atau melakukan komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung. Pelanggaran terhadap perintah tersebut dapat diproses sebagai tindak pidana.
Dalam Family Law Act 1996, pelanggaran non-molestation order diancam pidana penjara hingga lima tahun jika perkara disidangkan sebagai indictable offence, atau hukuman lebih ringan bila ditangani secara ringkas di pengadilan magistrat.
Sentencing Council menegaskan maksimum hukuman untuk pelanggaran protective order, termasuk non-molestation order, adalah lima tahun penjara.
Pedoman pemidanaan itu juga menyebut hakim biasanya menilai tingkat kesalahan pelaku dan dampak pelanggaran terhadap korban, serta memperhitungkan faktor yang memberatkan atau meringankan.
Pada perkara sejenis, pengadilan dapat menjatuhkan hukuman mulai dari denda sampai pidana penjara, bergantung pada konteks dan pola pelanggaran.
Gara-gara Ambil Saham Klub
Kasus ini mencuat di tengah fase akhir karier Carroll yang kini bermain di level non-liga. Pada Juli 2025, ia menandatangani kontrak bersama Dagenham & Redbridge, klub National League South, setelah meninggalkan Bordeaux di Prancis.
Ia juga disebut mengambil porsi kepemilikan minoritas di klub itu dalam rangkaian pengambilalihan oleh investor Qatar.
Nama Carroll dikenal publik Inggris sejak pindah dari Newcastle United ke Liverpool pada Januari 2011 dengan nilai transfer yang ketika itu memecahkan rekor klub.
Ia kemudian bermain untuk West Ham United, Reading, dan West Bromwich Albion. Bersama timnas Inggris, ia mengoleksi sembilan penampilan dan mencetak dua gol pada rentang 2010–2012.
Di luar lapangan, Carroll menikah dengan bintang reality show Inggris Billi Mucklow pada 2022. Pada 2024, keduanya mengumumkan perpisahan dan proses perceraian. Media Inggris juga melaporkan Carroll menjalin hubungan dengan Lou Teasdale sejak 2024.
Sidang di Chelmsford pekan depan akan menjadi tahap awal untuk menentukan arah perkara, termasuk jadwal persidangan lanjutan dan forum pengadilan yang akan menangani kasus tersebut.
Kepolisian belum merinci kondisi yang melatarbelakangi perintah larangan maupun pihak yang dilindungi, dengan alasan pembatasan hukum. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan terbuka dari pihak Carroll terkait dakwaan tersebut.
Pada tahap awal, majelis magistrat meminta terdakwa mengonfirmasi identitas dan memahami dakwaan, lalu menetapkan agenda berikutnya.
Jika jaksa menilai unsur pelanggaran berisiko tinggi atau berulang, perkara dapat dipertimbangkan dilimpahkan ke Crown Court yang memiliki kewenangan hukuman lebih berat pula. (*)
Mantan Striker Liverpool Andy Carroll terjerat kasus pidana yang membuatnya bisa dipenjara selama 5 tahun. (dok the sun)








