Karier

BP3MI Sulsel Buka Empat Kelas Pelatihan SMK Go Global, Targetkan Lulusan Siap Kerja ke Luar Negeri

GO GLOBAL - Kepala BP3MI Sulsel Fanny Wahyu Kurniawan mendampingi Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla saat berkunjung Hadin Pro Power di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Rabu (19/8/2026). (Dok BP3MI Sulsel)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Program SMK Go Global yang merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia memasuki tahap pelatihan di Sulawesi Selatan.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan mengumumkan pembukaan empat kelas pelatihan yang akan dimulai secara serentak pada 26 Agustus 2026.

Pelatihan batch pertama gelombang pertama dan kedua telah menutup masa pendaftaran dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

Hasil seleksi peserta telah diumumkan melalui akun media sosial resmi BP3MI Sulsel di Instagram @bp3mi_sulsel dan TikTok bp3misulsel.

Kepala BP3MI Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan, mengimbau masyarakat yang belum lolos pada gelombang ini untuk tidak berkecil hati. "Akan ada gelombang selanjutnya. Pastikan terus pantau informasi di medsos kami," ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan, dari 26 Agustus hingga November 2026, akan difokuskan pada tiga bidang yang paling dibutuhkan pasar global saat ini, yakni Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, dan Operation Production.

Materi diberikan oleh instruktur bersertifikat dengan kurikulum yang disesuaikan dengan standar industri luar negeri.



BP3MI Sulsel melakukan sosialisasi program SMK Go Global di kantor BP3MI Sulsel, Makassar. Program ini menyiapkan SDM Indonesia yang kompeten, tersertifikasi, dan berdaya saing global untuk bekerja di luar negeri. (Dok BP3MI Sulsel)


Di Sulawesi Selatan, pelatihan akan dilaksanakan di dua titik dengan total empat kelas. Pembukaan nasional akan dilakukan langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Mukhtarudin.

Fanny menegaskan komitmen BP3MI Sulsel dalam mendukung program presiden ini. "Ini adalah jalan untuk menaikkan kelas pekerja migran kita. Dari pekerja kasar menjadi pekerja terampil, terlatih, dan terlindungi," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik mulai dari sosialisasi, pendaftaran, hingga penempatan.

"Harapannya setelah 3 bulan pelatihan, adik-adik ini siap dan bisa langsung terserap di perusahaan global, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga di Sulsel," ujar Fanny.

Program SMK Go Global terbuka bagi lulusan SMK, D1-D3, dan masyarakat umum usia produktif yang ingin bekerja ke luar negeri secara resmi dan prosedural. Masyarakat yang ingin mendaftar pada gelombang berikutnya diminta aktif memantau kanal informasi BP3MI Sulsel.

Dengan dimulainya pelatihan ini, BP3MI Sulsel berharap akan lahir lebih banyak talenta asal Sulsel yang mampu bekerja di Jepang, Timur Tengah, Eropa, dan negara tujuan lainnya dengan keterampilan dan gaji yang layak.

(Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)