Pendidikan

Unhas Perkuat Langkah Menuju World Class University Lewat Kuliah Tamu Internasional tentang AI dan Digital Governance

Kuliah Tamu Internasional Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas bersama Assoc. Prof. Dr. Muhammad Anshari Bin Ali (Universiti Brunei Darussalam) berlangsung secara daring, dihadiri Ketua Departemen Prof. Dr. Awli, Ketua MAP Prof. Dr. Gita Susanti, serta sivitas akademika Unhas, mengangkat tema pengelolaan disrupsi AI untuk penguatan tata kelola digital sebagai bagian dari langkah strategis Unhas menuju World Class University. Kuliah Tamu Internasional Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas bersama Assoc. Prof. Dr. Muhammad Anshari Bin Ali (Universiti Brunei Darussalam) berlangsung secara daring, dihadiri Ketua Departemen Prof. Dr. Awli, Ketua MAP Prof. Dr. Gita Susanti, serta sivitas akademika Unhas, mengangkat tema pengelolaan disrupsi AI untuk penguatan tata kelola digital sebagai bagian dari langkah strategis Unhas menuju World Class University.

MAKASSAR, UNHAS.TV — Universitas Hasanuddin kembali menegaskan langkah strategisnya menuju World Class University dengan menggelar kuliah tamu internasional pada awal Semester Genap 2025/2026 sebagai bagian dari penguatan atmosfer akademik global di lingkungan kampus merah tersebut.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas bersama Policy & Governance (POLiGOV) Laboratory ini menghadirkan akademisi bereputasi internasional, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Anshari Bin Ali, Direktur Institute of Policy Studies, Universiti Brunei Darussalam, yang dikenal luas dalam kajian kebijakan digital dan transformasi tata kelola berbasis teknologi.

Mengusung tema “Managing Disruptive Innovation in Artificial Intelligence for Digital Governance”, forum ilmiah ini dirancang tidak sekadar sebagai kuliah umum, melainkan sebagai ruang dialektika global yang membuka semester dengan perspektif lintas negara tentang masa depan pemerintahan digital di tengah gelombang disrupsi kecerdasan buatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Departemen Ilmu Administrasi Prof. Dr. Awli, Ketua Program Magister Administrasi Publik Prof. Dr. Gita Susanti, jajaran dosen, serta mahasiswa sarjana dan pascasarjana Unhas bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi lain yang turut memperkaya dinamika diskusi akademik.

Dalam pemaparannya, Prof. Anshari menggarisbawahi bahwa disrupsi kecerdasan buatan bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan transformasi paradigma pengelolaan pengetahuan yang bergerak dari data menuju kebijaksanaan melalui kerangka Data–Information–Knowledge–Wisdom sebagai fondasi kebijakan publik yang visioner.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah di era digital harus mengembangkan kebijakan adaptif yang ditopang empat pilar utama pembangunan digital—smart society, smart environment, smart governance, dan smart business—sebagai ekosistem terintegrasi yang menjamin keberlanjutan dan daya saing global.

Pimpinan universitas dan fakultas menyambut positif penyelenggaraan kuliah tamu ini sebagai wujud konkret internasionalisasi kurikulum dan penguatan jejaring akademik global yang selaras dengan visi strategis Unhas dalam meningkatkan reputasi internasional.

Sesi diskusi interaktif yang menyusul pemaparan materi menghadirkan pertukaran gagasan yang kritis dan konstruktif, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas antara Universitas Hasanuddin dan Universiti Brunei Darussalam dalam bentuk penelitian bersama, publikasi internasional, serta pertukaran akademik berkelanjutan.

Melalui forum ilmiah semacam ini, Unhas tidak hanya menghadirkan wacana global ke ruang kelas, tetapi juga meneguhkan perannya sebagai pusat produksi pengetahuan yang aktif membangun jejaring internasional dalam pengembangan ilmu administrasi publik dan tata kelola digital di era kecerdasan buatan.