Sport

Calafiori, Havertz, Odegaard Bawa Arsenal Hancurkan Man City di Community Shield



GOL SUNDULAN - Striker Arsenal Kai Havertz mencetak gol kedua lewat sundulan di pertengahan babak pertama atas Man City, di Stadion Millenium Cardiff, Sabtu (16/8/2026). (Screenshot The Sun)


Arteta mendapatkan kontribusi besar dari trio Bruno Guimaraes, Lewis-Skelly, dan Odegaard. Ketiganya mendominasi lini tengah selama babak pertama dan membuat City kesulitan mengembangkan permainan.

Guimaraes, yang didatangkan dengan nilai sekitar 75 juta pound sterling, tampil tenang selama 45 menit sebelum posisinya digantikan Declan Rice. Ia membantu Arsenal menjaga tempo sekaligus memberikan jalur distribusi yang membuat serangan mereka lebih cair.

Lewis-Skelly juga menunjukkan mengapa Arteta tampaknya enggan kehilangan pemain muda tersebut. Setelah sebelumnya masa depannya sempat dikaitkan dengan kemungkinan hengkang ataupun dipinjamkan, performanya kali ini memperlihatkan bahwa ia bisa memiliki peran penting pada musim baru.

Arsenal menggandakan keunggulan ketika Odegaard mengirim bola ke area kotak 16. Christos Tzolis meneruskannya dengan sundulan sebelum Havertz menyelesaikan serangan lewat tandukan yang gagal dihentikan Donnarumma.

Noni Madueke dan Calafiori bahkan mempunyai kesempatan membuat kedudukan lebih telak sebelum turun minum. Keduanya gagal menuntaskan peluang, sehingga Arsenal memasuki ruang ganti dengan keunggulan dua gol.

Di sisi lain, City --yang selama 10 tahun terakhir digdaya bersama Pep Guardiola, tidak pernah benar-benar mendapatkan kesempatan kembali ke permainan.

Beberapa menit setelah babak kedua dimulai, Arsenal kembali menghukum lini pertahanan lawan. Tzolis, pemain yang didatangkan dari Club Brugge dengan harga sekitar 34 juta pound sterling, kembali terlibat dalam proses serangan.

Ia mengirim bola kepada Odegaard. Kapten Arsenal itu melakukan sentuhan pertama untuk menjauh dari kawalan Josko Gvardiol, lalu melakukan gerakan tipuan yang membuat Donnarumma kehilangan keseimbangan. Odegaard kemudian menyelesaikan peluang dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Gol itu melengkapi performa impresif pemain yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan tersebut. Setelah penampilannya sempat menurun pada akhir musim lalu, Odegaard memperlihatkan kembali kemampuan teknis yang menjadi salah satu senjata utama Arsenal.

Tzolis juga meninggalkan kesan positif dengan keterlibatannya dalam dua gol. Penampilannya memberi Arteta tambahan opsi di sektor kiri, meski Arsenal disebut masih ingin memperkuat area tersebut.

Manchester City mencoba bereaksi dengan memasukkan Jack Grealish pada awal babak kedua. Grealish, yang sudah lama tidak tampil dalam pertandingan kompetitif bersama City, memberikan energi tambahan, tetapi perubahan itu tak cukup membalikkan situasi.

City bahkan baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertamanya pada babak kedua pada menit ke-74. Rayan Cherki melepaskan percobaan dari tepi kotak penalti, tetapi kiper David Raya kembali menggagalkannya.

Pada saat itu, suasana di tribune sudah berubah menjadi pesta bagi pendukung Arsenal. Sebagian pendukung City dengan kostum biru muda bahkan mulai meninggalkan stadion sebelum peluit panjang berbunyi.

Kemenangan 3-0 Arsenal, memberi modal penting bagi Arteta jelang pertandingan pembuka Liga Primer melawan Coventry pada Jumat, 21 Agustus mendatang.

Tantangan Arsenal kini bukan lagi sekadar merebut gelar juara, melainkan mempertahankannya. Seperti adagium, mempertahankan gelar kerap lebih sulit daripada memenangkannya.

Namun, kemenangan atas City menunjukkan Arsenal memasuki musim baru dengan kepercayaan diri tinggi dan pendekatan yang lebih ekspansif.

Situasinya jauh berbeda bagi Maresca. Kekalahan tiga gol tanpa balas memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera ia selesaikan, dari kestabilan lini tengah hingga efektivitas pemain depan.

Era baru Manchester City baru saja dimulai. Kehilangan figur sebesar Pep Guardiola dan kemungkinan perubahan besar di lini tengah bisa membuat perjalanan mereka lebih bergelombang daripada biasanya.

Arsenal, sebaliknya, meninggalkan Millennium Stadium dengan trofi, tiga gol, dan sebuah pesan kepada para pesaingnya. Sang juara belum puas. (*)