MAKASSAR, UNHAS.TV - Empat calon Dekan FISIP Unhas hadir memaparkan program kerjanya pada acara "Penyerapan Aspirasi dan Pemaparan Kertas Kerja" di Gedung IPTEKS, Kampus Tamalanrea, Makassar, Kamis (16/4/2026) pagi.
Mereka memaparkan kertas kerjanya di depan lima panelis, senat fakultas, dan mahasiswa yang berada di gedung tersebut. Anggota DPR RI Dr Syamsu Riizal MI SSos MSi yang dijadwalkan hadir sebagai panelis, digantikan oleh anggota DPRD Sulawesi Selatan Rahman Pina SSos MSi.
Panelis lainnya yakni Prof Tahir Kasnawi sebagai dosen senior dan Abdul Razaq Cangara SIP MIR sebagai dosen muda,
Calon Dekan FISIP Unhas nomor urut 1, Prof Hasniati SSos MSi tidak membacakan visi dan misi karena sebelumnya sudah menyatakan mengundurkan diri. Prof Hasniati hanya menitipkan tujuh saran agar bisa dilaksanakan oleh siapapun yang terpilih menjadi Dekan FISIP Unhas periode 2026-2030.
Prof Hasniati antara lain memohon ke dekan terpilih untuk memfasilitasi mahasiswa agar punya banyak pilihan tempat magang. "Saya juga berharap dekan terpilih membentuk manajer alumni seperti yang dimiliki Fakultas Teknik yang bertugas untuk memberi wadah dan membimbing intensif mahasiswa yang punya prestasi dan bakat agar bisa lebih berkembang," ujarnya.
Prof Dr Muhammad SIP MSi yang membawakan kertas kerja berjudul "Global Epicenter for Social Political Transformation" memaparkan visi FISIP Unhas 2030 menjadi fakultas yang berkarakter, berdampak, mandiri, dan berorientasi SDGs dalam menghadapi masa depan Benua Maritim Indonesia (BMI).
Sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Prof Muhammad berharap semua civitas akademika FISIP Unhas menerapkan karakter sebagai kompas navigasi moral dan operasional.
Empat arah dari kompas tersebut yakni integritas, meritokritasi, kemanusiaan, dan kemandirian. "Tidak boleh ada yang masuk ke Unhas memakai jalur 'bawaan'. Dulu ada istilah Bawaslu: bawaan siapa lu?. Siapapun dekan terpilih harus menerapkan seleksi secara transparan. Kalaupun dia anak petani namun memiliki prestasi, maka harus disediakan karpet merah. Kalau dia anak rektor, keponakan rektor, tapi tidak punya kapasitas, maka tidak boleh diterima," ujarnya.
Prof Muhammad juga menekankan keprihatinannya atas absennya Badan Eksekutif Mahasiswa. Prof Muhammad berharap lembaga ini bisa dibangkitkan lagi sebagai wadah membentuk mahasiswa menjadi pemimpin masa depan.
"Kalau saya dipercaya sebagai dekan, sepertiga honor saya sebagai dekan selama empat tahun, untuk lembaga mahasiswa FISIP. Saya sudah berdiskusi dengan mantan pacar mengenai itu dan tadi subuh dapat jawaban dengan senyum," katanya.
Calon dekan nomor urut 3, Prof Dr Tuti Bahfiarti SSos MSi, memaparkan visi "Pendidikan FISIP yang Unggul Melalui Peningkatan Kolaborasi, Kesejahteraan dan Kegiatan Kemahasiswaan. "Saya bermimpi jadi perrempuan pertama yang jadi Dekan FISIP Unhas," katanya.
Prof Dr Tuti Bahfiarti SSos MSi menyebutkan jika terpilih sebagai dekan, maka ia akan mengoptimalkan program double degree sembari memberi kesempatan lebih besar kepada mahasiswa berkegiatan di luar kampus agar mahasiswa FISIP Unhas memiliki daya saing.
undefined








