Pendidikan

Calon Tunggal Dekan FKM Unhas, Ansariadi Paparkan Arah Fakultas 4 Tahun, Ini Visi-Misinya?

Calon Tunggal Dekan FKM Unhas Ansariadi SKM MScPH PhD. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Senat Akademik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar diskusi terbuka terbatas bagi bakal calon dekan periode 2026-2030, Rabu (15/4/2026).

Dalam forum yang berlangsung di Aula Prof. Dr. Ir. Fachruddin, Sekolah Pascasarjana Unhas, Makassar, Ansariadi SKM MScPH PhD tampil sebagai calon tunggal dan memaparkan visi, misi, serta strategi pengembangan fakultas untuk lima tahun ke depan.

Forum ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pemilihan dekan. Di hadapan panelis, senat akademik, dan civitas akademika, Ansariadi menyampaikan peta kekuatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas sekaligus arah yang hendak ia dorong bila dipercaya memimpin.

Dalam paparannya, Ansariadi menyoroti sejumlah capaian yang telah diraih FKM Unhas. Ia menyebut fakultas itu kini memiliki sembilan program studi unggul dan empat program yang telah mengantongi akreditasi internasional ASIIN.

Di luar itu, ia juga menekankan tren peningkatan publikasi ilmiah, penguatan sumber daya manusia, serta jejaring kerja sama yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Ansariadi, modal tersebut menjadi pijakan penting untuk membawa FKM Unhas naik ke tahap berikutnya. Ia mencanangkan visi menjadikan FKM Unhas sebagai institusi yang unggul, berdampak, dan berdaya saing global dengan berbasis pada Benua Maritim Indonesia.

Visi itu kemudian diterjemahkan ke dalam delapan misi strategis, antara lain penguatan pendidikan unggul yang kompetitif dan pembangunan kampus yang memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

Ansariadi juga memaparkan sejumlah agenda prioritas. Ia menargetkan penguatan posisi strategis fakultas di tingkat nasional dan internasional.

Kemudian peningkatan reputasi akademik dan publikasi global, adaptasi kurikulum terhadap perkembangan era digital, hingga diversifikasi sumber pendapatan dan perluasan jejaring kerja sama.

Fokus itu, menurut dia, penting agar fakultas tidak hanya kuat dalam akademik, tetapi juga tangguh secara kelembagaan.

Dekan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD, menilai forum pemaparan visi dan misi ini bukan sekadar prosedur formal dalam tahapan pemilihan.

Ia menyebut diskusi terbuka itu sebagai ruang bertukar gagasan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan memastikan capaian fakultas tetap terjaga.

Selain paparan utama dari bakal calon, forum juga diwarnai tanggapan dari tiga panelis, yakni Dr. Ridwan Mochtar Thaha, Dr. Hasnawati Amqam, dan Dr. Dewi Rizki Nurmala.

Civitas akademika yang hadir turut menyampaikan pertanyaan dan masukan atas arah kebijakan yang ditawarkan Ansariadi.

Prof. Sukri berharap fondasi yang telah dibangun selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan oleh kepemimpinan berikutnya. Pada saat yang sama, ia menekankan pentingnya keberanian untuk membenahi kekurangan yang masih tersisa.

Dengan status sebagai calon tunggal, pemaparan Ansariadi dalam forum ini menjadi penanda awal arah kontestasi yang lebih banyak bertumpu pada gagasan.

Bagi FKM Unhas, tantangan ke depan bukan hanya menjaga capaian, tetapi memastikan fakultas tetap relevan, kompetitif, dan sanggup menjawab kebutuhan zaman.

Sebelum pemaparan kertas kerja calon dekan, proses pencalonan sempat diikuti oleh dua peserta. Selain Ansariadi, calon yang sudah mendaftar adalah Prof Dr Atjo Wahyu SKM MKes. Namun belakang diketahui mengundurkan diri. 

(Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)