
PELATIH TETAP - Caretaker Michael Carrick mengakhiri musim dengan kemenangan di kandang sendiri dan semakin dekat dengan posisi sebagai pelatih tetap MU. (The Sun/Getty)
Di sisi lain, Carrick memilih berhati-hati ketika ditanya soal masa depannya. Laporan sepanjang pekan menyebut pelatih berusia 44 tahun itu hampir menyepakati kontrak dua tahun untuk menjadi pelatih kepala permanen United.
Namun Carrick mengatakan fokus utama tim sebelum laga melawan Forest adalah mendapatkan hasil terbaik di Old Trafford, bukan membicarakan kontrak.
“Dalam beberapa hari ke depan akan ada kejelasan mengenai situasi ini,” kata Carrick. Menurut dia, pertandingan melawan Forest lebih penting sebagai kesempatan untuk menutup laga kandang dengan hasil positif dan memberi ruang bagi sejumlah pemain untuk tampil menonjol.
Carrick juga menekankan pentingnya menjaga intensitas pada akhir musim yang panjang. Ia mengatakan United telah membuat kemajuan sebagai tim dan klub.
Dalam fase seperti ini, menurut dia, mudah bagi sebuah tim kehilangan percikan energi. Karena itu, kemenangan atas Forest dinilainya sebagai penutup kandang yang baik.
Namun kemenangan United tidak lepas dari kontroversi. Gol Cunha pada babak kedua menjadi titik protes Nottingham Forest.
Wasit Michael Salisbury awalnya menghadapi situasi yang memicu dugaan handball terhadap Mbeumo dalam proses serangan.
Setelah peninjauan VAR, gol itu tetap disahkan. Wasit menilai kontrol menentukan terjadi setelah bola mengenai tubuh, bukan lengan.
Keputusan tersebut membuat pelatih Forest, Vitor Pereira, kecewa. Pereira menilai insiden itu jelas handball dan semestinya membuat gol United dibatalkan. Ia mengatakan harus menerima keputusan wasit, tetapi tidak sependapat dengan tafsir yang diambil di lapangan.
Pereira juga menyinggung persoalan yang lebih luas dalam penerapan aturan handball di Liga Primer. Menurut dia, sejumlah manajer masih memiliki keraguan terhadap konsistensi keputusan wasit dan VAR.
Ia menilai perlu ada pertemuan bersama untuk menjelaskan ulang aturan serta standar pengambilan keputusan agar para pelatih memahami batas-batas interpretasi yang digunakan.
Kekecewaan Forest kontras dengan atmosfer Old Trafford. Pendukung United merayakan kemenangan, kepastian tampil di Liga Champions, dan capaian Fernandes. Klub juga menandai rekor sang gelandang melalui unggahan media sosial pada malam pertandingan.
Bagi United, laga melawan Forest merangkum beberapa cerita besar musim ini. Mereka mendapatkan hasil yang dibutuhkan, mempertahankan jalur ke kompetisi elite Eropa, dan melihat Fernandes mencapai tonggak statistik penting.
Pada saat yang sama, masa depan Carrick masih menjadi agenda utama klub menjelang pekan terakhir musim. Carrick datang sebagai solusi sementara, tetapi rentetan hasil positif membuat posisinya menguat.
Ia menstabilkan tim, mengembalikan kepercayaan diri pemain, dan membawa United kembali ke panggung Liga Champions. Kini, manajemen klub harus menentukan apakah pekerjaan itu cukup untuk memberinya mandat penuh.
Untuk Forest, kekalahan di Old Trafford meninggalkan rasa pahit. Mereka mampu memberi perlawanan, mencetak dua gol, dan menekan United pada fase akhir. Tetapi keputusan VAR pada gol Cunha membuat Pereira merasa timnya tidak mendapat perlakuan yang adil.
Musim United belum sepenuhnya selesai. Masih ada satu laga tersisa, dan Fernandes masih berpeluang berdiri sendiri sebagai pemegang rekor assist Liga Primer dalam satu musim.
Namun sebelum itu, perhatian publik kemungkinan akan tertuju pada Carrick. Di Old Trafford, kemenangan telah diraih. Kini yang ditunggu adalah kepastian siapa yang memimpin United setelah musim ini berakhir. (*)







-300x178.webp)
