MAKASSAR, UNHAS.TV - Menghadapu arus mudik Lebaran 2026, Polrestabes Makassar menyiagakan 1.180 personel gabungan dari berbagai lembaga serta mendirikan sejumlah pos di titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan mudik.
Sepeti tahun-tahun sebelumnya, Kota Makassar menjadi salah satu pusat pergerakan pemudik di Sulawesi Selatan, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Peningkatan mobilitas masyarakat biasanya mulai terlihat menjelang pekan terakhir Ramadhan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitru 1447 H. Pada mudik tahun ini, Polrestabes Makassar menyiapkan 1.180 personel yang terdiri atas unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan juga pemadam kebakaran untuk menjaga kelancaran arus mudik di wilayah Kota Makassar.
Kepala Kepolisian Resor Kota Makassar Kombes Pol Arya Perdana SH SIK MSi menyampaikan, selain menurunkan ribuan personel, pihaknya juga mendirikan 13 pos yang terdiri dari 1 pos terpadu dan beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di sejumlah lokasi rawan kepadatan maupun potensi gangguan keamanan. Pos-pos tersebut dijaga oleh personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Satpol PP.
"Ada 13 pos. Ada satu pos terpadu yang terletak di persimpangan bandara. Ada juga pos pengamanan dan pos pelayanan. Pos pengamanan ini titik-titik yang memang rawan kriminalitas sehingga namanya pos pengamanan," ujarnya.
Arya menambahkan, khusus pos pelayanan memberikan pelayanan informasi tentang arus lalu lintas, arus mudik, juga tentang info kesehatan dan sebagainya. Pada situasi darurat, pos pelayanan ini tetap bisa digunakan untuk penanganan.
"Di tiap pos pengamanan, tersedia velvet, sofa, televisi, makanan, juga minuman dingin. Mungkin nanti pada saat mau mudik, masih ada yang harus melaksanakan buka puasa karena kan tahun ini kemungkinan besar ada Lebaran yang berbeda. Ada yang tanggal 20 dan 21 Maret," kata Arya.
Kombes Pol Arya Perdana mengungkapkan, beberapa jalur utama diperkirakan menjadi titik rawan kemacetan selama periode mudik. Menurutnya, salah satu titik yang berpotensi mengalami kepadatan adalah kawasan perlimaan bandara yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan. Selain itu, jalur-jalur menuju perbatasan seperti Gowa dan Takalar juga diperkirakan akan mengalami lonjakan volume kendaraan.
Arus lalu lintas di flyover Tol Reformasi juga diperkirakan akan padat pada malam takbiran dan berpotensi macet. Wilayah yang berpotensi macet juga di sekitar mal seperti di depan Mall Panakkukang, Mall Ratu Indah, dan Trans Studio Mall.(*)
Zahra Tsabitha Sucheng (UNHAS TV)








