MANCHESTER, UNHAS.TV - Manchester United kembali menegaskan kebangkitan mereka di pentas Liga Primer Inggris.
Dalam laga dramatis di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam, United menundukkan Fulham dengan skor 3-2 lewat gol penentuan Benjamin Sesko pada menit ke-94.
Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Michael Carrick sejak kembali ke kursi pelatih: tiga laga, tiga kemenangan.
Jika era Sir Alex Ferguson identik dengan “Fergie time”, Old Trafford kini mengenal istilah baru: “Carrick time”.
Berbeda dengan Ruben Amorim yang membutuhkan hampir satu musim untuk merangkai tiga kemenangan beruntun, Carrick mencapainya hanya dalam tiga pertandingan pertamanya.
Laga kontra Fulham sejatinya hampir berubah menjadi mimpi buruk. United unggul dua gol lebih dulu, namun kehilangan kendali permainan dan membiarkan Fulham menyamakan kedudukan. Ketika kemenangan tampak menguap, Sesko muncul sebagai pahlawan di detik-detik akhir.
Penyerang asal Slovenia itu menebus kesalahan sebelumnya—gagal memanfaatkan peluang emas saat skor masih 2-0—dengan penyelesaian klinis di masa tambahan waktu.
Menerima umpan silang mendatar Bruno Fernandes, Sesko mengontrol bola, memutar badan, lalu melepaskan tembakan keras ke arah Stretford End. Stadion bergemuruh. Para pemain cadangan berhamburan ke lapangan.
Gol itu memastikan kemenangan United sekaligus menjaga posisi mereka dalam persaingan papan atas. Bagi Carrick, kemenangan ini terasa lebih bermakna ketimbang menundukkan Manchester City atau Arsenal. Ini adalah ujian ketenangan, bukan sekadar kualitas.
Awal Menjanjikan United
United memulai laga dengan agresif. Amad Diallo melepaskan tembakan pada menit kelima yang memaksa Bernd Leno melakukan penyelamatan.
Harry Maguire menyusul dengan sundulan dari situasi sepak pojok. Fulham tertekan, meski sesekali mengancam lewat bola mati.
Momen krusial terjadi pada menit ke-16 ketika Matheus Cunha dijatuhkan di kotak penalti. Wasit John Brooks sempat menunjuk titik putih.

Statistik pertandingan MU vs Fulham. (the sun)
Namun VAR James Bell mengoreksi keputusan tersebut. Kontak Jorge Cuenca dinilai terjadi di luar kotak penalti. Tendangan bebas diberikan.
Bruno Fernandes mengambilnya. Bola lambungnya disambut Casemiro, yang dengan tenang mengarahkan sundulan ke gawang Fulham.
Old Trafford bergemuruh, meski kubu Fulham meluapkan kemarahan. Seorang analis Fulham bahkan melontarkan protes keras di pinggir lapangan. Marco Silva, pelatih Fulham, memilih tersenyum pahit.
Liga Primer kemudian menjelaskan bahwa keputusan diambil karena pelanggaran berupa tarikan jersey terjadi di luar kotak penalti, sehingga wasit tidak perlu meninjau monitor VAR.
Keberuntungan semacam ini kerap mengiringi tim yang sedang dalam tren positif. Carrick kembali mendapatkannya.
Fulham Bangkit, United Goyah
Setelah gol pembuka, performa United menurun. Permainan melambat, intensitas menurun. Fulham nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Joachim Andersen yang ditepis kiper Senne Lammens.
Memasuki babak kedua, Carrick tetap mempertahankan pendekatan menyerang. Keputusan itu berbuah hasil pada menit ke-56. Casemiro mengirim umpan ke Matheus Cunha, yang melepaskan tembakan keras ke atap gawang. Skor 2-0, United tampak di atas angin.
Namun keunggulan itu justru membuat mereka lengah. Sembilan menit berselang, Cuenca mencetak gol dari situasi kemelut.
Gol tersebut sempat diperiksa VAR, namun akhirnya disahkan meski Fulham kembali dirugikan karena keterlibatan Samuel Chukwueze yang lebih dulu offside dalam proses awal.

Benjamin Sesko menjadi pahlawan kemenangan MU atas Fulham. (the sun)
Tekanan Fulham semakin kuat. Harry Maguire gagal mengantisipasi pergerakan Raul Jimenez. Bek United itu kemudian menjatuhkan Jimenez di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih. Jimenez mengeksekusi penalti pada menit ke-85 dan menyamakan skor menjadi 2-2.
Old Trafford terdiam. Sembilan menit tambahan waktu diumumkan. Fulham bahkan nyaris mencuri kemenangan ketika Kevin melepaskan gol spektakuler dari luar kotak penalti. Bola melengkung indah dan membuat laga kian tegang.
Sesko Menutup Drama
Di tengah tekanan, United menemukan momen penebusan. Bruno Fernandes mengirim umpan silang cepat.
Sesko, yang sebelumnya membentur tiang lewat sundulan, kali ini tak menyia-nyiakan peluang. Gol kemenangan lahir. Skor 3-2 bertahan hingga peluit akhir.
Kemenangan ini menegaskan sentuhan emas Carrick. Untuk kali kedua secara beruntun, pemain pengganti menjadi penentu. Sorak-sorai suporter menggema: “It’s hard to believe it’s not Scholes.”
Meski performa United disebut sebagai yang terburuk di era Carrick, hasil akhir tetap menjadi penentu.
Tiga kemenangan dari tiga laga, dan Carrick menorehkan jejak yang lebih nyata dibanding pendahulunya dalam peran interim beberapa tahun lalu. (*)
Caretaker Manchester United (MU) Michael Carrick kembali memberikan kemenangan saat menekuk Fulham dengan skor 3-2 di Old Trafford, Minggu (1/2/2026). (the sun)








