MAKASSAR, UNHAS.TV - Pengukuhan empat guru besar Universitas Hasanuddin, Senin (11/5/2026), tidak hanya menjadi agenda akademik.
Sejumlah kepala daerah dan tokoh publik hadir di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar, memberi apresiasi sekaligus menitipkan harapan agar karya para profesor dapat menjawab persoalan pembangunan daerah.
Dalam prosesi tersebut, Unhas mengukuhkan empat guru besar baru. Pertama adalah Prof Dr Samsu Arif MSi sebagai Guru Besar Pemodelan Geospasial Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Kedua Prof Dr Andi Masniawati Zainuddin MSi sebagai Guru Besar Bioteknologi Tumbuhan FMIPA. Ketiga Prof Dr drg Nurhayati Natsir PhD SpKG Subsp KR(K) sebagai Guru Besar Konservasi Gigi. Keempat Prof Dr drg Marhamah MKes SpKGA sebagai Guru Besar Kedokteran Gigi Anak.
Bupati Maros Dr HAS Chaidir Syam SIP MH hadir secara khusus dalam acara itu. Selain membawa nama pemerintah daerah dan Ikatan Alumni Unhas Kabupaten Maros, ia juga datang sebagai keluarga dari Prof Andi Masniawati Zainuddin yang dikukuhkan sebagai guru besar.
“Ya, alhamdulillah. Saya ini secara pribadi karena ada juga keluarga, yaitu tante yang dikukuhkan. Atas nama pemerintah daerah, bupati, dan juga sebagai Ketua IKA Unhas Kabupaten Maros, mengucapkan selamat buat Unhas yang hari ini sudah mencetak sekitar 620 profesor,” kata Chaidir.
Chaidir mengatakan capaian itu menunjukkan Unhas terus melahirkan guru besar yang dapat mengabdi bagi universitas, bangsa, dan negara.
Ia juga menyampaikan rasa bangga keluarga terhadap pengukuhan Prof Masniawati, yang disebutnya meneruskan jejak ayahnya sebagai profesor.
“Ini sebuah keharuan buat kami keluarga. Harapannya, temuan-temuan profesor, hasil karya profesor, bisa menjadi ruang pengabdian kepada daerah maupun kepada bangsa dan negara kita,” ujarnya.
Kolaborasi Riset dengan Pemkab Maros
Menurut Chaidir, Kabupaten Maros terbuka untuk kolaborasi riset dengan Unhas. Ia menyebut isu ketahanan pangan, lingkungan, hingga kesehatan masyarakat membutuhkan dukungan akademik.
Kepakaran guru besar Unhas, termasuk di bidang bioteknologi tumbuhan, dinilai dapat membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan berbasis riset.
Kehadiran tokoh daerah lain, seperti Wali Kota Makassar periode sebelumnya, Danny Pomanto, serta sejumlah pejabat instansi, ikut memberi bobot pada acara tersebut.
Para tamu undangan memberikan ucapan selamat dan berfoto bersama setelah prosesi penandatanganan kode etik Dewan Profesor.
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa dalam sambutannya menyebut, hingga Mei 2026, Unhas mencatat sekitar 620 anggota Dewan Profesor aktif.
Ia menyatakan Unhas menjadi salah satu perguruan tinggi dengan persentase guru besar tertinggi di Republik Indonesia. Namun, Prof Jamaluddin menekankan bahwa jumlah guru besar bukan tujuan akhir.
Tantangan berikutnya adalah memastikan para profesor tetap produktif meneliti, menghasilkan inovasi, dan membawa hasil riset masuk ke ruang pengabdian. Termasuk mendukung pemerintah daerah menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
(Rahmatia Ardi /Unhas TV)
Bupati Maros Dr HAS Chaidir Syam SIP MH saat menghadiri pengukuhan 4 guru besar baru di Unhas, Senin (11/5/2026). (Unhas TV/Rahmatia)








