Karir
Mahasiswa
Pendidikan

Unhas Wisuda 1.664 Lulusan, Prof Ruslin: Efisiensi Studi dan Prestasi Mahasiswa Meningkat

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin mewisuda 1.664 lulusan pada periode April 2026 dalam prosesi yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis, 1-2 April 2026, di Baruga Andi Pangeran Pettarani.

Di balik angka itu, kampus ini menyoroti dua indikator yang dianggap makin menguat: efisiensi penyelesaian studi dan peningkatan prestasi mahasiswa.

Pada hari pertama, sebanyak 839 wisudawan mengikuti prosesi. Secara keseluruhan, jumlah lulusan terdiri atas 619 laki-laki dan 1.045 perempuan. Mereka berasal dari beragam jenjang pendidikan, mulai dari sarjana terapan hingga subspesialis.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, mengatakan wisuda April tahun ini mencerminkan skala lulusan yang besar sekaligus keberagaman jenjang pendidikan yang diselesaikan mahasiswa.

“Wisuda periode April dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 1 dan 2 April 2026 dengan total wisudawan sebanyak 1.664 wisudawan,” kata Ruslin.

Dari total itu, program sarjana terapan menyumbang 13 lulusan, program sarjana 1.027 lulusan, program profesi 34 lulusan, program magister 422 lulusan, program doktor 89 lulusan, program spesialis 77 lulusan, dan program subspesialis 2 lulusan.

Komposisi itu menunjukkan bahwa porsi terbesar lulusan masih berasal dari jenjang sarjana, namun pendidikan pascasarjana dan pendidikan lanjut profesi juga tetap signifikan.

Tak hanya kuantitas, mutu akademik para lulusan juga menjadi sorotan. Rata-rata indeks prestasi kumulatif atau IPK tercatat tinggi di berbagai program.

Program sarjana terapan mencatat rata-rata IPK 3,86, program sarjana 3,68, dan program magister mencapai 3,93. Di sejumlah jenjang, lulusan terbaik bahkan membukukan IPK sempurna 4,00 dengan masa studi yang relatif singkat.

Bagi pimpinan universitas, data itu penting karena berkaitan langsung dengan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Unhas, kata Ruslin, sedang mendorong penyelesaian studi yang lebih tertib dan tepat waktu sebagai bagian dari indikator kinerja perguruan tinggi.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama yang memengaruhi efisiensi pendidikan adalah lamanya masa studi mahasiswa yang belum tuntas tepat waktu.

Karena itu, sejak memasuki tahun akademik 2026, Unhas memperketat monitoring penyelesaian studi mahasiswa. Langkah itu mulai memperlihatkan hasil.

Pada September 2025, jumlah mahasiswa yang belum menyelesaikan studi tepat waktu tercatat 12.777 orang. Per Maret 2026, angka itu turun menjadi 7.004 mahasiswa. Artinya, terjadi penurunan sebesar 45,18 persen dalam waktu sekitar enam bulan.

“Memasuki tahun akademik 2026 Unhas semakin masif melakukan monitoring penyelesaian studi mahasiswa agar jumlah mahasiswa yang selesai tepat waktu semakin meningkat,” ujar Ruslin.

Menurut dia, angka 7.004 mahasiswa yang tersisa masih harus terus ditekan hingga Agustus 2026. Selain urusan akademik, bidang kemahasiswaan juga menunjukkan tren yang menguat.

Setelah meraih juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau Pimnas 2025, mahasiswa Unhas hingga Maret 2026 telah mengoleksi 76 medali dari berbagai ajang nasional dan internasional.

Raihan itu menjadi penanda bahwa pembinaan mahasiswa tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi bergerak hingga arena kompetisi.

Unhas juga terus memperkuat sejumlah program pengembangan mahasiswa, seperti Program Kreativitas Mahasiswa, PPK Ormawa, dan P2MW. Ribuan mahasiswa disebut terlibat dalam proses pembinaan dan kompetisi melalui program-program tersebut.

Melalui wisuda ini, Unhas tak hanya melepas para lulusan ke dunia kerja dan dunia profesi. Kampus itu juga sedang mengirim pesan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup dibaca dari jumlah wisudawan saja.

Prof Ruslin menyebut, juga dilihat dari ketepatan waktu studi, kualitas akademik, dan daya saing mahasiswa di panggung yang lebih luas. Wisuda, dalam kerangka itu, bukan garis akhir, melainkan titik berangkat baru.

(Venny Septiani Semuel / Moh Resha Maharam / Unhas TV)