MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin mengukuhkan empat guru besar baru di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (11/5/2026). Dengan pengukuhan itu, jumlah anggota Dewan Profesor Unhas kini mencapai 620 orang.
Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik. Menurut dia, forum tersebut menjadi ruang pertanggungjawaban publik atas perjalanan keilmuan seorang akademisi.
“Secara formal diterima menjadi anggota Dewan Profesor itu melalui proses pengukuhan, pertanggungjawaban publik dengan orasi ilmiah,” kata Jamaluddin dalam sambutannya.
Ia menyebut tradisi orasi ilmiah penting dipertahankan karena memberi ruang bagi para guru besar untuk merangkum gagasan, rekam jejak, dan kontribusi keilmuannya secara ringkas, modern, dan berkualitas.
Naskah orasi, ujar Prof JJ, harus menjadi bahan bacaan yang bermakna bagi sivitas akademika, sekaligus memberi sumbangan bagi penyelesaian persoalan masyarakat, bangsa, bahkan dunia.
“Dengan empat guru besar ini, anggota Dewan Profesor mencapai 620. Unhas masih menjadi salah satu universitas dengan persentase guru besar paling tinggi di Indonesia,” ujarnya.
Empat guru besar yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Fakultas Kedokteran Gigi.
Mereka adalah Prof Dr Samsu Arif MSi, guru besar bidang Pemodelan Geospasial FMIPA. Ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Dari Filsafat Ruang ke Geo-AI: Evolusi Pemikiran Spasial dalam Pembangunan Berkelanjutan”.
Guru besar kedua yakni Prof Dr A Masniawati Zainuddin SSi MSi, guru besar bidang Bioteknologi Tumbuhan FMIPA. Berikutnya, Prof Dr drg Nurhayati Natsir PhD SpKG Subsp KR(K), guru besar konservasi gigi bidang restorasi Fakultas Kedokteran Gigi.
Adapun guru besar keempat adalah Prof Dr drg Marhamah MKes SpKGA, guru besar bidang Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi.
Ia membawakan orasi ilmiah berjudul “Kelainan Rongga Mulut pada Anak yang Berhubungan dengan Penyakit Sistemik”.
Usai menyampaikan orasi ilmiah, keempatnya dikukuhkan dan diterima sebagai anggota Dewan Profesor Unhas oleh Ketua Dewan Profesor, Prof. Pangerang Moenta.
Prof. Samsu Arif tercatat sebagai anggota Dewan Profesor nomor 617. Prof A Masniawati Zainuddin menjadi anggota nomor 618. Prof Nurhayati Natsir tercatat sebagai anggota nomor 619. Prof Marhamah menjadi anggota nomor 620.
Acara berlanjut dengan penandatanganan kode etik Dewan Profesor oleh keempat guru besar bersama Ketua Senat Akademik dan Rektor Unhas. Prosesi itu dilanjutkan dengan penyerahan naskah kode etik dan foto bersama.
Dalam sambutannya, Prof Jamaluddin memberi penekanan khusus pada produktivitas akademik setelah seseorang mencapai jabatan guru besar.
Ia berharap pencapaian tersebut tidak menjadi titik akhir karier akademik, melainkan awal untuk memperluas riset dan memperkuat kontribusi kampus.
“Kami berharap, setelah jadi guru besar bukan berhenti, tapi awal untuk semakin produktif. Unhas akan selalu mendukung para guru besar untuk tetap aktif dalam meneliti,” kata Prof Jamaluddin.
Pengukuhan ini juga menjadi sambutan pertama Prof Jamaluddin pada periode keduanya sebagai Rektor Unhas dalam agenda pengukuhan guru besar.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah dosen kedokteran dari berbagai universitas, Bupati Maros Chaidir Syam, mantan Wali Kota Makassar Danny Pomanto, hakim agung, pejabat, serta keluarga besar para guru besar.
Dengan tambahan empat guru besar baru, Unhas menyatakan komitmennya memperkuat kontribusi akademik di bidang geospasial, bioteknologi, konservasi gigi, dan kedokteran gigi anak. Bidang-bidang itu dinilai relevan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dan kebutuhan masyarakat.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
GURU BESAR - Universitas Hasanuddin mengukuhkan empat guru besar baru di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (11/5/2026). Mereka adalah Prof Dr Samsu Arif MSi Prof Dr A Masniawati Zainuddin MSi, Prof Dr drg Nurhayati Natsir PhD SpKG Subsp KR(K), Prof Dr drg Marhamah MKes SpKGA. (Unhas TV/Rahmatia)








