Kuliner
Makassar
Sosial

Cuaca Panas Makassar Bawa Berkah, Penjual Minuman Segar Raup Kenaikan Omzet Signifikan

MINUMAN DINGIN - Warga membeli minuman dingin di salah satu gerai di Makassar, Sabtu (26/9/2026). Cuaca panas mendorong permintaan es buah, jus, dan teh dingin meningkat hingga sekitar 50 persen. (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Cuaca panas yang melanda Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir membawa dampak pada pola konsumsi masyarakat.

Minuman dingin menjadi salah satu pilihan yang banyak dicari, terutama pada siang hingga sore hari. Kondisi ini ikut mendongkrak penjualan sejumlah pelaku usaha minuman segar.

Ibrahim, karyawan DEEF CoffeeTea, mengatakan jumlah pembeli meningkat ketika suhu udara terasa lebih panas. Menurut dia, konsumen kini lebih banyak memilih minuman dingin dibandingkan kopi yang sebelumnya menjadi salah satu menu paling sering dipesan.

“Pembeli pada saat cuaca panas ini meningkat, karena mungkin banyak pembeli yang dehidrasi,” kata Ibrahim di Makassar, Sabtu (26/9/2026).

Ia menyebut sejumlah menu seperti es teler, es teh, Thai tea, kopi dingin, hingga es krim menjadi pilihan pelanggan. Perubahan pola pembelian itu cukup terasa jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

“Dulu yang paling sering dicari itu kopi. Sekarang lebih banyak teh, es teler, es krim,” ujarnya.

Ibrahim memperkirakan peningkatan jumlah pembeli mencapai sekitar 30 persen. Lonjakan permintaan terutama terjadi pada siang hingga sore, ketika suhu udara mulai terasa lebih menyengat.



MINUMAN DINGIN - Warga membeli minuman dingin di salah satu gerai di Makassar, Sabtu (26/9/2026). Cuaca panas mendorong permintaan es buah, jus, dan teh dingin meningkat hingga sekitar 50 persen. (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)


Peningkatan tersebut juga mempengaruhi kebutuhan bahan baku. Persediaan es yang sebelumnya cukup dua kantong kini dapat meningkat hingga empat kantong dalam sehari. Penjual juga menambah variasi menu dingin karena permintaan konsumen terus bertambah.

Menurut Ibrahim, kondisi ini memberikan dampak positif bagi penjualan. Ia mengatakan minuman berbasis es yang sebelumnya tidak terlalu banyak dipesan kini justru menjadi salah satu produk yang paling diminati.

Kondisi serupa dirasakan Harto, pemilik Fresh Jus. Ia mengaku jumlah pembeli meningkat hingga sekitar 50 persen ketika cuaca panas berlangsung.

“Oh iya, ada perubahan. Pembelinya itu naik sekitar 50 persen,” kata Harto.

Minuman dingin seperti es buah, es kelapa, cendol, dan jus buah menjadi produk yang paling banyak dicari pelanggan. Harto mengatakan peningkatan jumlah pembeli biasanya mulai terlihat sejak pagi menjelang siang hingga sore hari.

Kenaikan jumlah pelanggan turut berpengaruh pada omzet usahanya. Menurut Harto, pendapatan harian yang biasanya berada di kisaran Rp400 ribu dapat meningkat menjadi Rp600 ribu hingga Rp700 ribu saat cuaca panas.

Jumlah penjualan minuman juga mengalami kenaikan. Jika dalam kondisi normal ia dapat menjual sekitar 50 porsi, jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 100 porsi.



Harto - Pemilik Fresh Jus di bilangan Pondokan Kampus Unhas. (Unhas TV / Venny Septiani)


Bagi pelaku usaha minuman dingin, cuaca panas memberi peluang untuk meningkatkan penjualan. Permintaan masyarakat terhadap minuman segar ikut mendorong penjual menambah persediaan es dan memperbanyak pilihan menu.

Namun cuaca panas juga membawa konsekuensi bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Rasa haus dan lelah lebih cepat muncul ketika suhu udara meningkat.

Ibrahim berharap cuaca di Makassar dapat segera kembali lebih sejuk. Meski peningkatan suhu membantu penjualan minuman dingin, ia menilai kondisi yang terlalu panas tetap kurang nyaman bagi aktivitas masyarakat.

“Harapan saya semoga cuacanya cepat mereda, biar tidak terlalu panas lagi,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan perubahan cuaca tidak hanya mempengaruhi aktivitas warga, tetapi juga pola konsumsi dan pergerakan usaha kecil. Di tengah udara panas Makassar, segelas minuman dingin kini menjadi pilihan yang semakin sulit dilewatkan.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)