Sejarah Baru Makassar
Sejak hari pertama bertugas, Hariansyah sudah mendapatkan kesan bahwa Bluebird bukan sekadar perusahaan biasa. Jam kerja untuk driver memang fleksibel tetapi tanggung jawab dan ketulusan bekerja adalah nilai yang harus dipegang semua orang di perusahaan itu.
Hubungan antara perusahaan dan pekerja juga tak semata tentang target, produktivitas, dan pelayanan. Ada sisi kemanusiaan yang jauh lebih besar yakni bagaimana perusahaan hadir dalam perjalanan hidup karyawannya. Driver pun selalu diberi kesempatan berkembang melalui pelatihan-pelatihan.
Maka, ketika Bluebird mulai mengembangkan sayapnya ke Makassar pada 2015, Hariansyah langsung mengajukan diri untuk ikut jadi bagian dari sejarah Bluebird di Kota Daeng itu.
Awal yang tak mudah bagi Hariansyah karena ia harus memboyong keluarga intinya pindah. Mereka harus memulai hidup baru lagi, tinggal di kontrakan. Ia pernah mengontrak rumah di Jalan Muhammad Jufri agar dekat dengan Pool Adipura. "Saat Bluebird berpindah ke Barawaja, ya harus pindah lagi. Padahal keluarga sudah bertambah, anak sudah tiga," katanya.
Tantangan terberat lainnya adalah persaingan bila Bluebird hadir di Makassar. Saat itu, sudah ada beberapa perusahaan setempat yang juga bergerak di bidang transportasi. Sejumlah perusahaan bahkan menyatakan penolakan kehadiran Bluebird. Tantangan berikutnya yakni bagaimana memberi contoh kepada para driver baru, khususnya pada prinsip: senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
Tempat Bertumbuh
Satu hal yang sangat Hariansyah syukuri selama bekerja di Bluebird adalah komitmen manajemen pada kesejahteraan dan peningkatan kapasitas driver. Praktik-praktik terbaik sangat dihargai dan ukuran penilaiannya sangat jelas.
Kesetiaan, ketulusan, dan kesungguhannya bekerja pernah diganjar melalui penghargaan Teladan Penghasilan Terbaik dan penghargaan Teladan Pengembalian Ketinggalan. Ia juga pernah menjadi utusan Bluebird Jakarta untuk ikut Abdi Yasa Teladan. Ini program penghargaan dan pembinaan tahunan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bagi para pengemudi (pramudi) angkutan umum yang berprestasi, disiplin, beretika, serta mengutamakan keselamatan berlalu lintas.
Begitu di Makassar, perhatian perusahaan tak pernah berhenti. Melalui program Beasiswa Bluebird Peduli, anak sulung Hariansyah mendapatkan bantuan pendidikan sejak di SMA hingga perguruan tinggi. "Saat di SMA, dapat Rp 900 ribu per semester. Begitu kuliah, angkanya meningkat menjadi Rp 3 juta per semester. Sangat membantu karena penghasilan yang seharusnya disisihkan untuk biaya pendidikan bisa kami alihkan untuk kebutuhan lain atau menjadi tabungan masa depan," papar Hariansyah yang kini menjabat sebagai Kepala Unit SPPBG Pool Makassar.

PEDULI - Kepala Pool Bluebird Makassar Danny Kasenda (kiri) dan Kepala Unit SPPBG Pool Makassar Hariansyah (kanan) berfoto bersama dengan Komisaris Utama Bluebird Group Noni Sri Ayati Purnomo di Pool Makassar, Agustus lalu. Foto 2: Hariansyah saat ibadah umrah pada September 2025. Foto: Koleksi Hariansyah
Tak hanya itu, pada September 2025, Hariansyah bersama dengan 49 driver Bluebird dari berbagai wilayah di Indonesia diberangkatkan umrah. Semua biaya ditanggung perusahaan.
Fasilitas ini juga yang pernah dirasakan oleh Hasri, driver Bluebird Makassar yang bergabung sejak 2017. Saat dihubungi pekan lalu, Hasri mengaku baru saja pulang umrah. "Umrahnya sangat istimewa karena dipimpin langsung oleh Pak Sigit Djokosoetono. Bahkan dapat uang saku dari Pak Sigit, masing-masing 100 Dollar AS," ungkap Hasri.
Sebagaimana Hariasnyah, Hasri juga memperlihatkan kualitas yang layak mendapatkan perhatian khusus dari manajemen Bluebird Makassar. Hasri pun pernah mewakili Bluebird Makassar untuk ikut lomba driver teladan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Meski tak meraih juara, setidaknya Hasri bangga bisa jadi utusan perusahaan. Seorang anaknya juga mendapatkan bantuan biaya pendidikan.
"Alhamdulillah, saat ini saya sudah punya kendaraan, anak dan istri sehat, pendidikannya terjamin, dan kami bisa tinggal di rumah sendiri dari hasil menabung," ucap Hariansyah.
Dari pengalaman demi pengalaman di Bluebird, Hariansyah dan Hasri menyadari bahwa bahwa kesuksesan tidak selalu datang melalui pekerjaan bergengsi atau jabatan tinggi. Terkadang, keberhasilan justru tumbuh dari keteguhan dan ketekunan seseorang menjalani pekerjaan sederhana dengan sepenuh hati.
"Semangat Anak Teknik tetap ada. Keep on fighting 'till the end."(*)

-300x169.webp)






