MAKASSAR, UNHAS.TV - Kekayaan sumber daya alam Indonesia perlu diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di Kawasan Timur Indonesia, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM unggul, memperkuat riset, serta membangun keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan industri.
Penguatan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Kerja Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri–Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) 2026, di Unhas Hotel & Convention, Makassar, Rabu (19/8/2026).
Pada sesi materi, pembahasan diarahkan pada kesiapan SDM, penguasaan teknologi, penguatan riset, serta keterhubungan kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
Rektor Unhas sekaligus Ketua Dewan Pembina KPTN-KTI, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia perlu didukung kerja bersama antara perguruan tinggi, pemerintah, DPR, dan industri.
Menurutnya, penguatan SDM harus diarahkan agar masyarakat Indonesia mampu menjadi pelaku utama di negeri sendiri sekaligus menguasai teknologi yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global.
“Indonesia ini kaya, Indonesia ini besar, Indonesia ini memiliki peluang yang luar biasa. Tinggal bagaimana seluruh komponen anak bangsa bersatu, mulai dari perguruan tinggi, DPR, pemerintah, hingga industri," ujarnya.
"Kami di perguruan tinggi, khususnya di Kawasan Timur, berbicara bagaimana SDM kita siapkan untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bisa menguasai teknologi yang saat ini Indonesia belum punya," lanjut Prof JJ --sapaan rektor Unhas.
"Semangatnya dari Kawasan Timur, kita ingin Indonesia bangkit menjadi negara maju melalui penguatan SDM, riset, fasilitas laboratorium, dan seluruh ekosistem yang dibutuhkan,” sambung Jamaluddin.
Selain penguasaan teknologi, keterhubungan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri turut menjadi perhatian.
Anggota Komisi XI DPR RI, Dr Ir Kamrussamad ST MSi, menilai Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia memiliki peran dalam menyiapkan SDM unggul melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
“Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia ini adalah lokomotif utama dalam penyiapan sumber daya manusia yang unggul. Harapan kami, sistem kurikulum yang diterapkan bisa terintegrasi, link and match dengan industri sebagai pengguna dari sumber daya manusia unggul itu,” ujar Kamrussamad.
Rapat Kerja KPTN-KTI 2026 menjadi ruang bagi perguruan tinggi negeri di Kawasan Timur Indonesia untuk membahas penguatan kualitas SDM, riset, fasilitas laboratorium, penguasaan teknologi, serta keterhubungan kurikulum dengan kebutuhan industri.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari agenda konsorsium dalam memperkuat peran perguruan tinggi di Kawasan Timur Indonesia.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
RAPAT KERJA - Anggota Komisi XI DPR RI, Dr Ir Kamrussamad ST MSi hadir dalam Rapat Kerja Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri–Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) 2026, di Unhas Hotel & Convention, Makassar, Rabu (19/8/2026). (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)






-300x169.webp)

