Sport

Dari Dicemooh ke Ekstasi, Gol Enzo Fernandez Balikkan Posisi Chelsea

Gelandang Enzo Fernandez mencetak gol penentu yang membawa Chelsea kalahkan West Ham, di Stamford Bridge Stadium, London, Minggu (1/2/2026). (foto: Getty/the sun)

LONDON, UNHAS.TV - Chelsea kembali menunjukkan klub dengan watak bandel yang mulai menjadi ciri khas mereka musim ini.

Dalam laga penuh drama yang berakhir Minggu (1/2/2026) dini hari tadi, tim asuhan Liam Rosenior bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan West Ham United 3-2, lewat gol kemenangan Enzo Fernandez pada menit ke-92.

Kemenangan itu menegaskan kepiawaian Liam Rosenior dalam mengubah arah pertandingan lewat pergantian pemain, sekaligus memperpanjang tren kebangkitan Chelsea di pekan-pekan terakhir.

Untuk kedua kalinya dalam sepekan, The Blues menang dengan skenario serupa: tertinggal, bangkit, lalu mengunci kemenangan di menit-menit akhir.

Chelsea sejatinya tampil memprihatinkan di babak pertama. West Ham tampil agresif, terorganisir, dan efektif. Gol pembuka datang ketika laga baru berjalan tujuh menit.

Jarrod Bowen mengirimkan bola silang dari sisi kanan, namun si kulit bundar justru meluncur langsung ke gawang.

Kiper Chelsea Robert Sanchez gagal mengantisipasi arah bola, meski sempat terganggu pergerakan Pablo yang menusuk ke kotak penalti.

Kesalahan itu memperpanjang sorotan terhadap Sanchez, yang sebelumnya juga kerap disalahkan atas hasil buruk Chelsea. Di sisi lain, Bowen kembali menjadi momok. Tidak hanya aktif menyerang, kapten West Ham itu juga rajin membantu pertahanan.

West Ham menggandakan keunggulan lewat gol yang lahir dari skema sederhana namun mematikan.

Bowen mengontrol bola diagonal panjang, meneruskannya ke Aaron Wan-Bissaka, yang langsung melepaskan umpan silang.

Summerville menyambutnya dengan satu sentuhan, mengarahkan bola ke sisi jauh gawang Sanchez. Skor 2-0, dan Chelsea terdiam.

Pendukung tuan rumah mencemooh timnya sendiri saat turun minum. Chelsea bahkan belum mencatatkan satu pun tembakan atau sentuhan di kotak penalti lawan hingga menit ke-52.

Beberapa pemain tampil jauh dari ekspektasi, termasuk Alejandro Garnacho dan Cole Palmer, yang kembali gagal memberi dampak berarti.

Rosenior merespons dengan tiga pergantian pemain saat jeda. Benoit Badiashile, Jorrel Harto, dan Garnacho ditarik keluar. Masuknya Wesley Fofana, Joao Pedro, dan Marc Cucurella mengubah wajah permainan Chelsea.

Perlahan, intensitas Chelsea meningkat. Duel-duel 50-50 mulai dimenangi tuan rumah. Gol pertama lahir dari kombinasi dua pemain pengganti.



Statistik pertandingan Chelsea vs West Ham, di Stamford Bridge Stadium, London, Minggu (1/2/2026). (foto: the sun)


Fofana mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh, disambut Joao Pedro dengan sundulan terarah yang tak mampu dijangkau Alphonse Areola.

Stadion yang sempat sunyi kembali hidup. Chelsea semakin menekan. Moises Caicedo hampir menyamakan kedudukan lewat tembakan jarak jauh, namun Areola melakukan penyelamatan gemilang.

Gol penyeimbang akhirnya datang lewat situasi kacau di depan gawang West Ham. Umpan silang Neto disundul Malo Gusto, bola membentur mistar setelah mengenai Max Kilman, dan Cucurella muncul tepat waktu untuk menanduk bola masuk. Skor menjadi 2-2.

West Ham sempat mendapat peluang emas untuk kembali unggul. Jean-Clair Todibo mengenai tiang, sementara Chelsea juga hampir mencetak gol lewat Palmer yang tembakannya diblok Kilman. Laga tampak akan berakhir imbang.

Namun drama belum usai. Pada menit kedua dari lima menit tambahan waktu, Joao Pedro kembali menjadi aktor penting.

Umpan silangnya diselesaikan Enzo Fernandez dengan tenang. Gol itu memicu ledakan kegembiraan di bangku cadangan dan tribun Stamford Bridge.

Ketegangan berlanjut hingga peluit akhir. Todibo diusir wasit setelah terlibat insiden dengan Joao Pedro, sementara Konstantinos Mavropanos beruntung luput dari kartu merah.

Chelsea akhirnya mengamankan kemenangan tipis yang krusial. Sebuah laga dua babak yang kontras, dan kebangkitan yang sekali lagi menunjukkan bahwa Chelsea musim ini tak pernah benar-benar selesai sebelum peluit akhir berbunyi. (*)