MAKASSAR, UNHAS.TV - Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas terus dilakukan di Kota Makassar melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan di era digital.
Kota Makassar dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju kawasan Indonesia Timur. Kondisi ini menjadikan Makassar sebagai jalur distribusi utama berbagai produk unggulan, termasuk hasil produksi UMKM yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Sektor kuliner menjadi salah satu kekuatan utama UMKM di Makassar. Aktivitas ekonomi yang berlangsung hampir 24 jam membuka peluang luas bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memperluas pasar.
Selain itu, sektor jasa seperti perhotelan dan layanan lainnya turut memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan menciptakan nilai tambah.
Manager Inkubator Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Khairul Umam ST MT, mengungkapkan bahwa pelaku UMKM perlu melihat peluang secara lebih luas dan tidak hanya terpaku pada identitas lokal semata, tetapi juga mampu menentukan posisi produk yang kompetitif di pasar.
“Makassar itu bukan hanya Makassar, tapi pintu menuju Indonesia Timur. Banyak produk unggulan, khususnya kuliner, yang punya peluang besar karena aktivitas ekonomi di kota ini hampir 24 jam,” ujarnya.
Dalam upaya penguatan UMKM, sebanyak 1.317 pelaku usaha telah mendapatkan pendampingan melalui program inkubator. Pendampingan dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan akselerasi.
Pada tahap pra-inkubasi, pelaku UMKM difokuskan pada pembentukan mindset kewirausahaan, pemahaman legalitas usaha, serta adaptasi terhadap digitalisasi.
Selanjutnya, pada tahap inkubasi, pelaku usaha mendapatkan pembinaan terkait pengembangan produk, kebersihan, pelayanan pelanggan, hingga manajemen keuangan.
Sementara itu, pada tahap akselerasi, UMKM didorong untuk memperluas akses pasar. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembukaan 153 titik pemasaran di setiap kelurahan di Kota Makassar, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.
Tak hanya itu, digitalisasi juga menjadi perhatian utama dengan mendorong UMKM untuk masuk ke dalam e-katalog, sehingga produk mereka dapat diakses dan dibeli oleh pemerintah maupun pasar yang lebih luas.
Melalui berbagai upaya ini, diharapkan UMKM di Kota Makassar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)
Manager Inkubator Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Khairul Umam ST MT. (Unhas TV/Andrea Karina)





-300x169.webp)


