Mahasiswa
Pendidikan

Dari Mitigasi Bencana hingga Literasi Keuangan, Bekal Mahasiswa di Pekan Terakhir BALANCE Unhas 2026



Jazza Fadli Hakiki Yanuari (HI FISIP), Atina (Sastra Indonesia ) dan Abdul Raufly, prodi Arkeologi Unhas memberi komentar tentang BALANCE 2026. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Selain kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai kesehatan mental. Materi tersebut menjadi relevan dengan berbagai tekanan yang dapat muncul selama menjalani kehidupan perkuliahan.

Ahsha Alhusna Agsena, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unhas, menilai pembahasan tersebut membantu mahasiswa memahami bagaimana mengelola pikiran dan perasaan, termasuk ketika menghadapi burnout maupun overthinking.

“Apalagi di masa-masa kuliah itu banyak orang yang mengalami burnout. Pembahasan tentang mental health ini benar-benar membantu kita untuk memahami bagaimana cara mengelola overthinking atau bagaimana mengelola perasaan kita,” ungkap Ahsha.

Pembekalan tersebut menjadi salah satu bagian dari BALANCE yang tidak hanya memperkenalkan mahasiswa terhadap lingkungan universitas, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai kemampuan personal yang dapat diterapkan selama menjalani kehidupan kampus.

Materi lainnya yang diperoleh mahasiswa pada pekan terakhir adalah literasi keuangan. Mahasiswa diajak memahami pentingnya mengelola keuangan serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Abdul Raufly, mahasiswa Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Unhas, mengatakan kemampuan mengelola keuangan menjadi hal yang penting bagi mahasiswa.

“Materi terakhir tentang literasi keuangan. Itu mengajarkan kita bagaimana cara mengatur keuangan, kemudian apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan itu dibedakan. Kita harus pintar-pintar mengatur keuangan,” jelas Abdul.

Hal serupa disampaikan Atina, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Unhas. Menurutnya, pengelolaan keuangan menjadi salah satu pengetahuan praktis yang diperoleh pada pertemuan terakhir BALANCE.

Jadi Ruang Bertemu Lintas Fakultas

Empat pekan pelaksanaan BALANCE tidak hanya memberikan pengalaman melalui materi. Mahasiswa juga dipertemukan dengan peserta dari berbagai fakultas, program studi, dan latar belakang daerah.

Bagi Fajar, keberagaman tersebut menjadi salah satu keseruan sekaligus tantangan selama mengikuti kegiatan. Mahasiswa harus kembali beradaptasi dan mengenal karakter teman-teman baru yang berasal dari lingkungan berbeda.



Fajar Revolusi dan Ahsha Alhusna Agsena mahasiswa Hukum Fakultas Hukum Unhas berkomentar tentang BALANCE 2026. (Unhas TV/Kautsar Ardiansyah)


“Karena teman-teman baru juga dari fakultas dan prodi yang berbeda, ada tantangan tersendiri karena harus saling kenal. Salah satu keseruannya karena kita punya kepribadian yang berbeda,” katanya.

Pengalaman tersebut turut dirasakan Ahsha. Sebagai mahasiswa yang berasal dari luar Makassar, BALANCE memberinya kesempatan untuk bertemu mahasiswa dari berbagai daerah sekaligus memperluas pertemanan di luar fakultasnya.

“BALANCE benar-benar menyatukan kita dari berbagai daerah. Logatnya yang berbeda-beda juga seru dan semakin banyak relasi karena tidak cuma di satu fakultas, tetapi juga fakultas lainnya,” ungkap Ahsha.

Atina juga melihat pertemuan lintas fakultas sebagai salah satu pengalaman yang diperolehnya selama BALANCE.

“Kita mendapatkan banyak teman baru tentunya dari fakultas lain, dari prodi lain. Jadi itu menimbulkan relasi baru untuk kita,” ujarnya.

Sementara itu, Jazza menilai rangkaian kegiatan BALANCE memberikan pengetahuan baru yang dapat membantu mahasiswa mengenal kehidupan di lingkungan universitas secara lebih luas.

“Dari sekian yang kami lakukan, itu menambahkan insight baru terkait hal-hal yang berkaitan dengan universitas ataupun dalam kehidupan kampus,” katanya.

Berakhirnya pekan keempat sekaligus menandai selesainya rangkaian BALANCE Unhas 2026. Dari mitigasi bencana, kesehatan mental, hingga literasi keuangan, mahasiswa memperoleh pembekalan yang dapat diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pertemuan lintas fakultas dan program studi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas relasi serta mengenal keberagaman di lingkungan kampus. Dengan demikian, BALANCE tidak hanya menjadi ruang pengenalan kehidupan universitas, tetapi juga memberikan bekal praktis bagi mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan di Unhas.

(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)