UNHAS.TV – Dizha Resky Amalia Usman, mahasiswa Administrasi Publik Universitas Hasanuddin angkatan 2022, berhasil menarik perhatian nasional setelah terpilih sebagai Duta SDGs Pemuda Indonesia terbaik 2025–2026.
Keberhasilan ini merupakan hasil kombinasi prestasi akademik, keterlibatan sosial, dan kemampuan inovatif dalam mengangkat isu global secara kreatif di tingkat mahasiswa.
Dalam wawancara khusus dengan Unhas TV, Dizha menceritakan perjalanan akademiknya yang tidak selalu mulus. Berasal dari latar belakang IPA saat SMA, ia awalnya bercita-cita masuk jurusan Ilmu Komunikasi.
Namun, kesempatan yang muncul dalam seleksi SBMPTN membawanya memilih Administrasi Publik, jurusan yang menawarkan peluang luas untuk pengembangan diri dan kontribusi sosial. “Walaupun awalnya ingin komunikasi, saya melihat peluang di administrasi publik,” ujarnya.
Sejak awal kuliah, Dizha aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi, komunitas, dan volunteering. Pengalaman ini membantunya membangun jaringan, mempelajari dinamika sosial, dan mengembangkan kepemimpinan.
Ia menekankan bahwa keterlibatan langsung di lapangan, melalui program KKN dan studi lapangan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar serta Dinas Pelayanan Sipil Daerah Sulawesi Selatan, memungkinkan mahasiswa memahami tantangan masyarakat dan mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas.
Salah satu pengalaman penting bagi Dizha adalah partisipasinya dalam International Conference on Administrative Studies 2024 di Malaysia, di mana ia mempelajari penerapan AI untuk mendukung penelitian sosial.
Dizha menekankan bahwa AI adalah alat yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas, tetapi tetap membutuhkan pemikiran kritis dan intuisi manusia.
“AI tidak mempunyai perasaan. Jadi kalian harus tetap merasakan bahwa AI itu sebagai tools yang bisa support kalian,” ujarnya.
Keaktifan Dizha juga tercermin dalam keterlibatannya di program kemitraan Indonesia-Australia “Koneksi”, yang fokus pada inovasi dan riset sosial.
Ia mengaku tertarik mengangkat isu pemberdayaan perempuan dalam menghadapi krisis iklim, sebuah tema yang jarang dipilih peserta lain.
Dalam program ini, Dizha menekankan bahwa peran perempuan dalam masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, dapat menjadi kunci mitigasi dampak perubahan iklim melalui tindakan sederhana seperti menanam sayur atau mengelola limbah rumah tangga secara berkelanjutan.
Hanya Tiga Terpilih dari 40
>> Baca Selanjutnya
Dizha Resky Amalia Usman, Penerima Penghargaan Duta SDGs Pemuda Indonesia Terbaik 2025-2026. (Dok Unhas TV)





-300x188.webp)


