Program
Unhas Story

Dari Unhas Untuk Bangsa, Cerita Dizha Resky Amalia Usman Jadi Duta SDGs Pemuda 2025-2026



Dizha Resky Amalia Usman, Pemenang Duta SDGs Pemuda Indonesia Terbaik 2025-2026. (Dok Unhas TV)


Dizha menjelaskan bahwa proses seleksi Duta SDGs Pemuda Indonesia cukup ketat. Ia menulis esai inovatif yang memfokuskan pada pemberdayaan perempuan, sekaligus membawa perspektif Universitas Hasanuddin ke tingkat nasional.

Dari sekitar 40 peserta yang hadir di Malang, hanya tiga yang terpilih sebagai “best Indonesian youth ambassador”, termasuk Dizha. Kesuksesan ini membawa kebanggaan tersendiri karena selain mempromosikan isu global, ia juga mengangkat nama universitasnya.

Selama program, Dizha menekankan pentingnya membangun keberanian dan ketahanan diri. Ia menceritakan pengalaman menghadapi penolakan dalam beberapa kegiatan organisasi sejak semester awal kuliah.

“Kalau gagal, itu manusiawi. Yang penting adalah mencoba lagi karena kesempatan kuliah itu tidak muncul berkali-kali,” katanya.

Pendekatan ini membentuk mentalnya sebagai mahasiswa yang mampu menghadapi tekanan dan beradaptasi dengan tantangan sosial dan akademik.

Selain prestasi akademik dan kegiatan sosial, Dizha juga menekankan praktik keseharian yang mendukung SDGs. Ia rutin mengajarkan dan memberi contoh pengurangan penggunaan plastik, penggunaan tumbler, serta memilah sampah.

Aktivitas ini dilakukan tidak hanya secara individu tetapi juga melalui forum mahasiswa, agar pesan keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya dapat tersampaikan lebih luas. “Tugas kita hanyalah menyuarakan. Didengar atau tidak, yang penting kita memberi contoh,” jelasnya.

Dizha menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyuarakan 17 tujuan SDGs. Ia menyoroti urgensi pencapaian target SDGs hingga 2030, dan mendorong rekan-rekannya untuk mengambil poin positif dari program global ini.

Menurutnya, forum menjadi medium efektif untuk menyuarakan hal-hal positif sekaligus membangun jejaring yang mendukung aksi nyata di masyarakat.

Keaktifan dan dedikasi Dizha Resky Amalia Usman menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat menjadi agen perubahan.

Melalui kombinasi prestasi akademik, inovasi sosial, serta keterlibatan aktif dalam program internasional dan nasional, ia menegaskan bahwa kontribusi generasi muda bukan hanya simbolik, melainkan berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Ke depan, Dizha berencana melanjutkan pengembangan diri melalui program magang di berbagai institusi, sekaligus terus mempromosikan isu-isu sosial dan lingkungan.

Ia berharap pengalamannya dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif berpartisipasi dalam program SDGs dan kegiatan sosial, membangun kompetensi, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat di level lokal maupun nasional.

Keseluruhan perjalanan akademik dan sosial Dizha memperlihatkan bahwa kombinasi keberanian, inovasi, dan dedikasi dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, menjadikannya figur inspiratif generasi muda Indonesia.

(Zulkarnaen Jumat Taufik / Unhas TV)